May 10, 2026
Buku Menuju Keluarga Hafidzul Qur'an karya Neny Suswati. (10/2). (Foto: Istimewa)

Buku Menuju Keluarga Hafidzul Qur'an karya Neny Suswati. (10/2). (Foto: Istimewa)

Merto, suaraanaknegerinews.com – Neny Suswati penulis 12 buku solo dan 12 buku antologi mengatakan, tulisan adalah jejak. Jangan malas mencatat apa yang kita alami, apa yang kita baca, lebih bagus kalau ada dokumentasinya. Entah kapan sempat membukukan atau menerbitkannya, catatan itu akan sangat memudahkan.

Neny Suswati lahir di Metro Provinsi Lampung pada 18 Oktober 1965. Seorang ibu dari 6 orang anak  bercita-cita mengantarkan mereka menjadi hafidz qur’an yang selalu berkiprah di jalan Allah. Selain menulis dan menjadi pembicara juga sebagai pembina sebuah pesantren di Lampung.

Neny Suswati melanjutkan, saya mulai coba-coba fokus belajar menulis tahun 2013, saat dikenalkan dengan dunia medsos oleh anak pertama. Sebelumnya pernah sesekali mengirim ke media dan dimuat, katanya pada suaraanaknegerinews.com. Senin, 10 Februari 2025.

Pada hari ini, Neny menjadi pembicara pada acara Peluncuran Buku Terjebak di Puncak karya tiga orang penulis Maidawati Retnoningsih, Neny Suswati, dan Samsudin. Buku ini memaparkan catatan 244 hari menjadi istri PJ Gubernur Lampung mulai tanggal 18 Juni 2024

Mengapa menulis? Tanya Neny. “Sadar bahwa semakin bertambbah usia, fisik makin lemah. Jadi bisa dikatakan menjadi penulis sebagai persiapan agar di masa tua kalau ada umur tetap produktif. Dan ini sebuah pilihan, menyiapkan warisan intelektual untuk keturunan juga menyiapkan amal jariyah”, ujarnya.

Tulisan yang diminati pembaca menurut Neny adalah karunia, saya hanya berusaha untuk konsisten membaca dan menulis sebagai bagian dari cinta ilmu, tegasnya.

Pada kesempatan ini, Neny menceritakan buku yang paling banyak diterbitkan dan sering cetak ulang serta paling berkesan. “Yang paling banyak diterbitkan dan sering cetak ulang, berjudul Hafidz Rumahan”, imbuh Neny.

Kalau yang paling berkesan judulnya Menuju Keluarga Hafidzul Qur’an karena itu kisah tentang diri dan keluarga saya sekaligus sebagai bahan dakwah yang real“, pungkas Neny.

Diketahui, buku-buku karya Neny Suswati diantaranya Bukan Cinta Biasa, Umi & Richie, Atas Nama Cinta, Beranda Harish, Agar Hidup Terasa Tenang, Menjadi Generasi Pemutus, Har, Membangun Keluarga Qur’ani, 10 Langkah Menciptakan Keluarga dalam Rumah Tangga, dan Marfin Kasduri. (Arsiya Oganara)