Wujudkan Generasi Sehat, MAN Kota Sawahlunto Bersama Puskesmas Sei Durian Gencarkan Sosialisasi Jajanan Sehat
SAWAHLUNTO (Humas) 20 Mei 2026
Guna membenteng kesehatan generasi masa depan, Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto menyambut hangat kunjungan penting dari Tim Puskesmas Sei Durian di Halaman MAN Kota Sawahlunto, Rabu (20/5). Kunjungan ini dikemas dalam sebuah sosialisasi interaktif bertajuk “Jajanan Sehat di Madrasah”.
Acara yang berlangsung khidmat sekaligus semarak ini diikuti oleh seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) serta ratusan siswa MAN Kota Sawahlunto yang tampak antusias menyerap setiap bulir informasi.
Pertemuan ini bukan sekadar seremonial formal, melainkan sebuah ikhtiar nyata dalam menjaga raga dan jiwa para penuntut ilmu. Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro membuka pintu madrasah lebar-lebar bagi Tim Puskesmas Sei Durian yang hadir dengan formasi lengkap. Tim kesehatan ini dipimpin langsung oleh dr. Ihsaan Orlando Harly, didampingi oleh dua srikandi tenaga medis, Fitriyana Susanti, A.Md.Kep., dan Vera Febriyenti, A.Md.Keb.
Dalam sambutannya Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian garis depan kesehatan masyarakat ini. Dafril Tuanku Bandaro menegaskan”, bahwa kecerdasan intelektual dan spiritual yang ditempa di MAN Kota Sawahlunto harus ditopang oleh fisik yang prima, yang bermula dari apa yang dikonsumsi sehari-hari”.
Memasuki acara inti, suasana Halaman seketika hening saat dr. Ihsaan Orlando Harly mulai memaparkan materi. Dengan gaya penyampaian yang lugas namun menyentuh, dr. Ihsaan menguliti realitas di balik warna-warni jajanan yang kerap menggoda mata remaja.
“Makanan yang masuk ke dalam tubuh adalah investasi masa depan. Jangan gadaikan kesehatan jangka panjang demi kelezatan semu yang sesaat,” tutur dr. Ihsaan di hadapan para siswa yang menyimak dengan saksama.
Secara bergantian, Fitriyana Susanti dan Vera Febriyenti turut membedah zat-zat berbahaya yang sering bersembunyi dalam panganan tidak sehat—mulai dari pewarna tekstil, pengawet berlebih, hingga pemanis buatan yang perlahan namun pasti dapat merusak organ tubuh. Mereka memberikan panduan praktis dan visual tentang cara membedakan jajanan yang aman dan yang patut diwaspadai.
Sosialisasi ini tidak berjalan satu arah. Dialog interaktif tercipta ketika para guru dan siswa mulai melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis seputar pola hidup sehat dan pengawasan kantin. Seluruh GTK MAN Kota Sawahlunto sepakat bahwa momentum ini akan dijadikan pijakan untuk memperketat standar kebersihan dan kesehatan jajanan yang beredar di lingkungan madrasah.
Kontributor: Nofri Hendra
Editor : DTB