April 18, 2026

Nostalgia Awal Tahun 1970: Perjalanan Seru ke Kampung Otemer dan Kisah Lucu di Hutan Yamdena

Oleh : joko


http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, 28 April 2025 — Sebuah kenangan manis dan penuh tawa kembali terungkap dari perjalanan masa lalu di awal tahun 1970.

Kala itu, sebuah keluarga baru saja kembali dari Negeri Belanda ke Indonesia, lalu melanjutkan perjalanan panjang menuju kampung halaman mereka di Otemer, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

George M. Kdise (73) pensiunan PNS tahun 2008, bertugas di Kantor Gubernur, Provinsi Maluku sejak tahun 1976, kemudian pindah domisili ke Kabupaten Maluku Tenggara Barat tahun 2001 dan kini berganti nama Kabupaten Kepulauan Tanimbar mengungkapkan kisahnya saat bertemu media ini dikediamannya Kompleks BTN, Kelurahan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Senin (28/4/25).

Kesehariannya akrab disapa Opa Tjo, Lahir di Negeri Belanda tahun 1952, tahun 1968 bersama orang tua dan kakak-beradik kembali ke Indonesia dan menetap di Tanimbar.

Baru setahun lebih meninggalkan Belanda, mereka tiba di Saumlaki dari Jakarta dan di awal Januari 1970 itu, untuk pertama kalinya, anak-anak dalam keluarga ini diperkenalkan kepada kampung halaman orang tua mereka setelah 22 tahun berpisah.

Dari Saumlaki, perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu menuju Otemer, setibanya di kampung, keluarga besar menyelenggarakan acara syukuran penuh sukacita.

Orang tua disambut kembali, dan untuk pertama kalinya, anak-anak diperkenalkan serta diterima oleh komunitas kampung.

“Dari Saumlaki dengan perahu ke kampung Otemer, sesudah syukuran kembali ke kampung setelah 22 tahun kembali ke kampung orang tua kami dan untuk pertama kali masuk dan diterima di kampung”. Terang Opa Tjo.

Namun, perjalanan belum usai karena anak+anak harus melanjutkan pendidikan ke bangku SMA di Saumlaki.

Opa Tjo, salah satu anak harus kembali menempuh perjalanan berat: berjalan kaki sejauh 76 kilometer melewati hutan lebat Yamdena ditemani hujan deras dan ditemani beberapa kerabat, perjalanan itu menjadi salah satu kenangan yang tak terlupakan.

Di tengah perjalanan, momen lucu pun terjadi, saat berhenti untuk beristirahat, Opa Tjo ingin buang air kecil.

Setelah lama ragu dan melihat ke kiri-kanan, salah seorang orang tua berkata, “Tjo, kencing di belakang pohon besar itu saja…” sambil menunjuk sebuah pohon.

Namun, setelah berjalan mengelilingi pohon itu, anak tersebut belum juga kencing, melihat itu, orang tua bertanya, “Ini bajalan keliling pohon dari tadi, su kencing ka balom?”

Dengan polos, sang anak (Opa Tjo) menjawab, “Balom, bapa!”, ditanya lagi, “Mangapa balom?”, jawabnya yang mengundang gelak tawa, “Bet seng tau pohon ini pung muka dimana, dan belakang dimana…!”

Jawaban tersebut langsung mengundang gelak tawa semua yang mendengarnya dan hingga hari ini, cerita sederhana itu tetap menjadi sumber tawa bagi siapa saja yang mendengarnya kembali.

“Waktu istirahat beta mau pipis, ada orang tua yang bilang: “Tjo, kencing di belakang pohon besar itu saja…!” dan tunjuk pohon itu. Beta kesitu, lalu berkeliling pohon tapi belum pipis, Orang tua itu tanya: “Ini bajalan keliling pohon dari tadi, su kencing ka balom?” Beta jawab: “Balom bapa..!!” Dia tanya lagi “Mangapa balom?” Lalu beta jawab bagini “Beta seng tau pohon ini pung muka dimana, dan belakang dimana…? tiba-tiba samua tatawa beta, termasuk kamu juga ketawa saat ini, bukan?” tunjuk Opa Tjo ke arah awak media mengakhiri.