April 17, 2026

Nyala Kata, Api Perjuangan  MAN Kota Sawahlunto Ikuti Lomba Cipta Puisi Tingkat SLTA se-Sumatera Barat

SAWAHLUNTO, 15 Agustus 2025 Di tengah desir angin pegunungan dan semangat yang tak pernah padam, MAN Kota Sawahlunto kembali menorehkan kiprah emasnya dalam dunia literasi. Kali ini, langkah mereka terpatri dalam ajang Lomba Cipta Puisi Tingkat SLTA se-Sumatera Barat yang dihelat oleh Penyala Literasi Sumatera Barat, sebuah gerakan kultural yang konsisten menyalakan bara sastra di tanah Minangkabau.

Dengan tema “Perjuangan”, para penyair muda dari Siswa siswi SLTA  se- Sumatera Barat menarikan tinta diatas kertas untuk menghasilkan  puisi-puisi yang tak sekadar bait dan rima, namun juga darah, sejarah, dan cita. Dalam atmosfir yang penuh khidmat dan gegap gempita, sebanyak 3 orang perwakilan siswa  MAN Kota Sawahlunto hadir tidak sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai pejuang kata menyulam makna dalam baris-baris yang lahir dari lubuk jiwa terdalam.

Tercatat, siswa-siswi terbaik dari MAN Kota Sawahlunto yang telah melalui seleksi internal yang ketat, menampilkan karya yang menyuarakan semangat juang, baik perjuangan para pahlawan, perjuangan ibu dalam diam, maupun perjuangan generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman. Puisi- puisi yang di ikutkan dalam lomba dari MAN Kota Sawahlunto Aniza Putri Pratama Kelas:XII Fase F-1 (Judul Warisan yang Terancam Lupa), Siti Meryzqa Fathin Zahrah Kelas:XII Fase F-2 (Judul:Cahaya di Ujung Desa), Nabila Yumni Kelas:X Fase E-2 (Judul:Dalam Napas yang Tidak Pernah di Catat), di bawah Bimbingan Guru Bahasa Indonesia Rita Elmiza.

Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril Tuanku Bandaro dalam arahannya  menyampaikan rasa bangga dan haru atas keterlibatan siswa-siswinya dalam ajang literasi bergengsi ini.

“Kami percaya bahwa perjuangan tidak selalu tentang mengangkat senjata. Menulis puisi juga adalah bentuk perjuangan—perjuangan melawan lupa, melawan bisu, dan melawan kekosongan makna. Kami bangga anak-anak kami memilih jalan sunyi ini, jalan kata-kata yang berani,” ujar  Dafril.

Penyala Literasi Sumatera Barat, sebagai tuan rumah dan penyelenggara, memberikan ruang yang begitu sakral bagi para siswa untuk mengekspresikan gagasan mereka dalam bentuk puisi. Acara ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga perayaan imajinasi, sejarah, dan keberanian. Dan MAN Kota Sawahlunto, sekali lagi, menyalakan lentera di lorong panjang kebudayaan kita.

 

Kontrobutor :Nofri Hendra

Editor: DTB