April 18, 2026

Pastor Paroki, RD Ponsianus Ongirwalu: Kemurahan Hati Menjadi Wujud Kasih Allah di Tengah Umat

Oleh : Joko

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Sabtu 14 Juni 2025 — Suasana pagi yang hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY), Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Pastor Paroki, RD Ponsianus Ongirwalu, memimpin misa pagi yang diisi dengan renungan penuh makna tentang kemurahan hati sebagai jalan hidup orang beriman.

Dalam misa bertema HKY Pung Carita Akhir Pekan: Berbagi Kasih untuk Anak-Anak Hebat, Pastor Ponsianus menekankan bahwa kemurahan hati bukan sekadar tindakan baik, melainkan cerminan nyata dari kasih Allah sendiri bagi umat manusia.

“Kemurahan hati adalah buah dari Roh Kudus, yang menghadirkan Allah dalam hidup kita. Orang yang bermurah hati adalah dia yang membiarkan dirinya dituntun Allah dan terlibat dalam karya keselamatan-Nya, terutama bagi mereka yang kekurangan dan membutuhkan pertolongan,” ungkap Pastor Ponsianus dalam homilinya.

Ia mengingatkan umat bahwa dalam kehidupan sehari-hari, semua orang pasti pernah berada pada posisi membutuhkan uluran tangan orang lain.

Karena itu, sangatlah tidak layak jika seseorang menutup mata terhadap penderitaan sesamanya hanya karena alasan waktu, keuntungan, atau rasa enggan.

“Kalau kita saja kecewa saat orang lain tidak mau menolong kita, mengapa kita enggan bermurah hati kepada sesama? Mari saling berbagi kasih tanpa mengharapkan balasan. Itulah panggilan iman sejati,” tambahnya.

Secara sederhana namun penuh makna, Pastor Ponsianus juga berbagi sedikit bantuan kasih kepada anak-anak di sekolah.

Mereka yang telah terlibat menjadi lektor dan pemazmur mendapat perhatian khusus dalam misa ini sebagai bentuk dukungan untuk terus bertumbuh dalam pelayanan dan iman.

Misa pagi ini tak hanya menjadi momen ibadat biasa, tetapi juga pengingat bagi seluruh umat HKY Olilit Barat untuk mempraktikkan kemurahan hati dalam kehidupan sehari-hari, di rumah, lingkungan kerja, maupun komunitas gereja.

“Salve,” sapa hangat Pastor Ponsianus menutup perayaan misa, meninggalkan pesan sederhana yang menghangatkan hati para umat di akhir pekan itu.