Pastor Pius Heljanan, MSC: Jadilah Pemain Sejati dalam Hidup, Bukan Sekadar Penonton
Oleh : Joko
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Kepulauan Tanimbar — Suasana pagi di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Rabu, 11 Juni 2025, terasa sejuk meski langit berawan.
Dari balik altar Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, pesan reflektif penuh makna mengalir dari sang gembala umat, Pastor Pius Heljanan, MSC, Kuasi Paroki di gereja tersebut.
Dalam renungannya pagi itu, Pastor Pius mengajak umat Katolik, baik yang hadir di gereja maupun yang mendengarkan dari kejauhan, untuk menyadari bahwa setiap orang dipanggil menjadi “pemain” dalam panggung kehidupan, bukan sekadar “penonton” yang hanya mengeluh atau mengkritik keadaan.
“Kamu telah menerima dengan cuma-cuma; karena itu berilah dengan cuma-cuma pula,” kutip Pastor Pius dari Injil Matius 10:7-13.
Menurutnya, sering kali manusia terlena dengan rasa kurang, lupa untuk mensyukuri berkat yang sesungguhnya sudah berlimpah dari Tuhan.
Hidup, harta, jabatan, semua hanyalah titipan yang tak kekal. Yang kekal adalah kebaikan yang kita bagikan kepada sesama.
“Orang beriman yang sejati adalah mereka yang mau turun tangan, terlibat langsung untuk melayani. Gunakan talenta, harta, dan jabatan bukan untuk memperkaya diri, tapi untuk kebaikan bersama.
Jangan cuma menjadi penonton yang sibuk mengeluh. Jadilah pemain sejati dalam berbagi berkat bagi sesama,” tegas Pastor Pius penuh semangat.
Pesan sederhana ini menyentuh hati banyak umat.
Di tengah arus hidup yang kerap membuat orang terjebak pada keluhan dan tuntutan duniawi, Pastor Pius mengingatkan kembali jati diri sejati sebagai murid Kristus, yakni diutus untuk berbagi berkat dengan tulus, tanpa pamrih.
Seruan ini menjadi pengingat hangat bagi umat di Kepulauan Tanimbar dan di mana pun mereka berada, bahwa kehidupan yang bermakna adalah kehidupan yang diisi dengan pelayanan, pengorbanan, dan cinta kasih nyata kepada sesama.
“Turunlah jadi pemain untuk melayani sesama. Dirimu diutus Tuhan untuk berbagi berkat,” pesan penutup Pastor Pius yang sederhana, namun menggugah.