Pastor Pius Heljanan, MSC: Keselamatan Butuh Iman yang Berbuah dalam Perbuatan
Oleh: joko
Iman Bukan Sekadar Kata, Pastor Pius Heljanan Tekankan Pentingnya Perbuatan Nyata
Pastor Pius Heljanan, MSC, mengingatkan umat agar setia pada jalan benar dan berkorban demi Kristus, Keselamatan bukan klaim otomatis, tetapi perjuangan melalui iman dan tindakan nyata.
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Minggu pagi, 24 Agustus 2025, suasana syahdu terasa di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus, Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Umat Katolik berkumpul dalam Perayaan Ekaristi Minggu yang dipimpin oleh Pastor Pius Heljanan, MSC, gembala umat di Kuasi Paroki tersebut.
Dalam homilinya, Pastor Pius mengajak umat merenungkan makna keselamatan yang sejati. Ia menekankan bahwa iman tidak boleh berhenti hanya pada pengakuan lisan, tetapi harus nyata dalam sikap hidup sehari-hari.
Keselamatan Bukan Sekadar Klaim
“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sempit itu,” demikian penggalan Injil Lukas (13:22-30) yang menjadi dasar pewartaan hari itu. Pastor Pius menegaskan bahwa keselamatan tidak otomatis dimiliki hanya dengan berkata, “Saya percaya Yesus.”
“Keselamatan bukanlah sekadar klaim atau jaminan instan. Iman pada Yesus harus diwujudkan dalam kesaksian nyata: mengandalkan Dia dalam hidup, bertobat atas kesesatan, rela berkorban, serta setia untuk tetap berjalan di jalan yang benar,” ungkapnya penuh penekanan.
Menurutnya, keselamatan bukanlah hak istimewa berdasarkan jabatan, status, ataupun privilese tertentu. Melainkan, sebuah proses perjuangan yang menuntut usaha sungguh-sungguh dalam iman yang berbuah pada perbuatan.
Panggilan untuk Setia dan Berjuang
Pastor Pius mengingatkan bahwa jalan menuju keselamatan itu sempit, sebagaimana diwartakan Yesus. Oleh karena itu, umat diajak untuk terus berjuang, bukan hanya dengan keyakinan di dalam hati, tetapi juga melalui tindakan nyata yang mencerminkan kasih Kristus.
“Mari kita terus berusaha masuk melalui pintu yang sempit itu, dengan iman yang teguh kepada Yesus dan perbuatan yang benar,” pesan Pastor Pius menutup homilinya.