April 17, 2026

Pdt. Stefanus P. Agoha: Hidup Berkenan kepada Tuhan Lewat Protokol Kerajaan Allah

Oleh : joko

Transformasi Hidup Menurut Protokol Kerajaan Allah: Pesan Mendalam dari Mimbar GPI Jalan Suci

http://suaraanaknegerinews.com | Ambon, 10 Juli 2025 — Dari mimbar Gereja Pekabaran Injil “Jalan Suci” yang terletak di Jl. Skip Depan No.3, Ambon, Provinsi Maluku, Pdt. Stefanus P. Agoha menyampaikan pesan rohani penuh makna yang mengajak jemaat untuk menjalani hidup yang berkenan di hadapan Tuhan dengan menaati Protokol Kerajaan Allah.

Dalam renungan yang berlangsung khusyuk tersebut, Pdt. Agoha menguraikan lima langkah praktis untuk mencapai standar kehidupan rohani yang sejati dan sesuai dengan kehendak ilahi.

1. Mencabut Semua Tanaman yang Tidak Ditanam oleh Bapa

Mengacu pada Matius 15:1–20, Pdt. Stefanus menegaskan bahwa setiap orang percaya harus mencabut dan menyingkirkan semua hal yang tidak berasal dari Allah. Ia menyebutkan bahwa hal-hal seperti pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu, dan fitnah adalah “tanaman liar” yang harus dicabut dari kehidupan rohani.

2. Mematikan Kehidupan Duniawi dalam Diri

Mengutip Kolose 3:5–6, sang gembala sidang mengajak umat untuk mematikan sifat duniawi yang masih menguasai hati, seperti kenajisan, hawa nafsu, keserakahan, dan penyembahan berhala. “Kita harus membunuh dosa dari akarnya,” ujarnya.

3. Menanggalkan Sifat Lama dan Dosa Sosial

Dalam Efesus 4:25–32, dijelaskan bahwa seseorang yang hidup dalam Kristus harus membuang sifat-sifat buruk seperti amarah, dusta, fitnah, kata-kata kotor, kepahitan, dan pertikaian. Menurut Pdt. Agoha, perubahan sejati dimulai ketika seseorang secara sadar meninggalkan kebiasaan buruk yang menjadi penghalang hubungan dengan Tuhan.

4. Melupakan Masa Lalu dan Fokus pada Tujuan Ilahi

Pdt. Stefanus menekankan pentingnya melepaskan masa lalu yang membelenggu, termasuk kebanggaan terhadap agama, asal-usul, suku, marga, atau prestasi pribadi (Lukas 16:15, 2 Korintus 10:18). Ia mengajak jemaat untuk tidak terjebak dalam nostalgia rohani yang tidak membawa pertumbuhan.

5. Menyalibkan Daging dan Nafsu Duniawi

Berdasarkan Galatia 5:24, sang pendeta menyampaikan perlunya menyalibkan keinginan daging, seperti sihir, iri hati, kepentingan diri sendiri, kemabukan, dan pesta pora. Ia menegaskan bahwa pertobatan sejati mencakup komitmen harian untuk mengalahkan daging dengan kuasa Roh Kudus.

Pemulihan Sejati: Menjadi Ciptaan Baru

Pdt. Stefanus P. Agoha menutup pesan tersebut dengan janji pemulihan seperti tertulis dalam 2 Korintus 4:16 dan 5:17. “Jika kita hidup menurut protokol Kerajaan Allah, maka manusia batiniah kita akan diperbarui dari hari ke hari. Kita menjadi ciptaan baru, yang lama telah berlalu, yang baru telah datang,” pungkasnya.

Bagi jemaat dan pembaca yang merindukan pemulihan dan pembaruan hidup, pesan ini menjadi panggilan serius untuk berbenah, bertobat, dan kembali kepada kehendak Allah.