Pelantikan Penegak Bantara dan Laksana, MAN Kota Sawahlunto Cetak Kader Pramuka Tangguh
SAWAHLUNTO, 21 September 2025 Dalam satu peristiwa sakral dan penuh makna berlangsung di halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto. Sebuah upacara pelantikan yang tidak hanya menjadi momentum kepramukaan semata, tetapi juga simbol perjalanan spiritual, mental, dan karakter generasi muda. Pada hari ini Minggu 21/09, Kamabigus MAN Kota Sawahlunto, Dafril Tuanku Bandaro secara khidmat melantik para Pramuka Penegak yang telah menapaki dua jenjang penting: Penegak Bantara dan Penegak Laksana.
Langit biru yang perlahan merekah seolah menjadi saksi bisu kesungguhan hati para siswa yang berseragam coklat itu. Dada mereka berdebar, bukan karena gugup semata, tetapi karena telah menapaki satu tangga lebih tinggi dalam dunia kepanduan yang mereka geluti dengan cinta dan disiplin. Di hadapan bendera Merah Putih yang berkibar gagah dan simbol-simbol Pramuka yang menjulang, mereka mengucapkan janji dengan suara yang lantang, menggetarkan jiwa siapa pun yang mendengarnya. Kamabigus Gudep MAN Kota Sawahlunto 02051- 02052 Adinegoro dan Elyunusia Dafril, melantik 15 Orang Penegak Laksana dan 29 Orang Penegak Bantara dengan sebagai Pembina Pramuka Sulyadi, Agil Aditya Dinata , Vivied Nopidtrianis dan Nada Deswita.
Kamabigus Dafril dalam amanatnya, menyampaikan bahwa pelantikan ini bukanlah sekadar formalitas, melainkan bentuk pengakuan atas proses panjang yang telah dilalui dengan semangat, dedikasi, dan pengorbanan.
“Hari ini, kalian tidak hanya dilantik sebagai Penegak Bantara dan Laksana. Hari ini, kalian dilahirkan kembali sebagai pribadi-pribadi tangguh, pemimpin masa depan, dan penjaga nilai-nilai luhur bangsa,” ujar Kamabigus Dafril dengan suara mantap
Pelantikan ini didahului oleh rangkaian kegiatan uji SKU (Syarat Kecakapan Umum), penempuhan adat ambalan, serta malam renungan yang syahdu di bawah cahaya rembulan. Dalam malam yang penuh refleksi itu, para calon penegak menuliskan janji-janji pribadi mereka, yang kemudian dibakar sebagai simbol pelepasan masa lalu dan kesiapan menyambut masa depan yang lebih bermakna.
Tak sedikit mata yang berkaca-kaca ketika prosesi penyematan tanda Bantara dan Laksana dilakukan. Simbol-simbol itu bukan hanya lambang keberhasilan, tetapi juga bukti bahwa perjuangan tidak pernah mengkhianati hasil. Menjadi Pramuka mengajarkan kita arti hidup. Kita belajar bertahan, bersaudara, memimpin, dan melayani. Pelantikan ini bukan akhir, tapi awal dari pengabdian yang lebih besar.”
Dalam perjalanan bangsa yang penuh tantangan ini, generasi seperti mereka adalah cahaya. Cahaya yang mungkin kecil, tetapi jika terus dirawat, akan menjadi suluh bagi negeri.
Kontributor : Nofri Hendra
Editor : DTB