April 18, 2026

Pelayanan RD. Domincs Baldawins Masriat di Filipina: Kasih Tanpa Syarat dalam Tiga Pesan Tuhan

Oleh : joko

Refleksi Harian RD. Domincs Baldawins Masriat: Mengampuni dan Melayani Tanpa Pamrih

http://suaraanaknegerinews.com | Central Seminary UST Manila, Filipina – Kamis, 10 Juli 2025 – Dalam suasana hening dan penuh devosi, RD. Domincs Baldawins Masriat, imam asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku – Indonesia, menyampaikan refleksi rohani bertajuk Sejenak Sabda dari Central Seminary Universitas Santo Tomas (UST) Manila, Filipina.

Dalam kapasitasnya sebagai Pastor Mahasiswa di UST, ia menyapa umat dengan permenungan atas sabda Tuhan yang menyentuh dan menggugah hati.

Bacaan Liturgi Hari Ini

  • Bacaan I: Kejadian 44:18-21.23b-29; 45:1-5 dan Injil: Matius 10:7-15
    Tema liturgi hari ini masih dalam rangkaian Hari Biasa Pekan XIV.

1. Jangan Pandang Sesama Sebagai Ancaman

RD. Domincs mengawali pesannya dengan menyoroti kecenderungan manusia yang sering melihat sesama sebagai saingan atau ancaman. Melalui kisah pertobatan Yehuda dalam Kitab Kejadian, ia mengajak umat untuk memandang sesama sebagai saudara, bukan lawan.

“Kita perlu belajar untuk melihat kelebihan orang lain bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai bagian dari rencana Allah yang indah.” ujarnya penuh kasih.

2. Ampuni dengan Tulus, Belajarlah dari Yusuf

Lebih lanjut, ia mengangkat semangat pengampunan Yusuf yang tak membalas kejahatan saudara-saudaranya dengan dendam.

“Yusuf berkata, ‘Jangan bersusah hati karena kamu menjual aku ke sini. Sebab demi keselamatan kehidupan kalianlah, Allah menyuruh aku mendahului kamu.’ Inilah teladan pengampunan sejati,” tutur RD. Domincs.

Ia pun mengajak setiap orang untuk bertanya dalam hati: Apakah saya mampu mengampuni orang yang menyakiti saya?

3. Melayani dengan Cinta, Bukan Ambisi

Refleksi ditutup dengan ajakan untuk melayani tanpa pamrih, sebagaimana sabda Yesus dalam Injil hari ini: “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”

RD. Domincs menekankan bahwa pelayanan yang murni lahir dari kasih dan kemurahan hati, bukan untuk mencari popularitas, jabatan, apalagi materi.

Doa Penutup

Mengakhiri refleksi tersebut, RD. Domincs memanjatkan doa sederhana namun dalam makna: “Ya Allah, berkatilah kami agar kami sungguh-sungguh melayani sesama tanpa pamrih.”

Salam Iman dari Perantauan

Refleksi ini menjadi bagian dari komitmen RD. Domincs Baldawins Masriat untuk tetap menabur benih kasih dan harapan, meskipun tengah melayani jauh dari tanah kelahiran.

Ia tetap hadir menyapa umat lewat pesan-pesan rohani yang membumi dan menyentuh, memperkuat spiritualitas harian umat Katolik, tak hanya di Filipina, tetapi juga di tanah air.

“Salam kasih dan doaku, RD. Domincs Baldawins Masriat”tandasnya menutup.