April 16, 2026
A simple warung in Surabaya or Malang, Indonesia, with a young man and two men aged 55 enjoying their meal with traditional Indonesian utensils

Yusuf Achmad

Dari niat, khayal, dan harap terbitlah jamuan,
Minuman persahabatan, pertemanan, atau pertemuan.
Di antara hidangan emosi keakraban dan asa yang ingin diraih,
Cinta pun hadir sebagai bumbu dalam setiap rasa yang tertuang manis
Di perjalanan kunyahan dan tegukan rindu yang tak tersampaikan.

Perjalananmu menelusuri satu isu, satu karya masakan yang tersaji,
Menghubungkan rasa kudapan Jawa dengan cita rasa seberang.
Di meja terhidang makanan-minuman Surabaya, Malang, dan Nyamplungan,
Ada gulai bercita rasa Arab, ikan gere ala Papua, juga minuman khas Nusa Tenggara,
Bercampur dalam cerita dan diskusi yang meletup bagai kembang api di malam pesta.

Dari hidangan tercipta notulen rasa, manis, pahit, bahkan hambar menyatu,
Mengalir dalam gelas penuh asa menuju hari depan yang kian berisi.
Semarak dengan tugas tertata dalam rasa makanan dan minuman yang tersaji di warung,
Tempat pertemuan keinginan dan harapan masa depan yang bercahaya,
Meresapi manisnya kopi tanpa gula dalam aula ilmu dan karya yang nyata.

Malang, 23-2-2025