April 21, 2026

Perkuat Eksistensi Madrasah Riset: MAN Kota Sawahlunto Daftarkan 5 Proposal MYRES di Ajang OMI 2025

SAWAHLUNTO, 11 September 2025  Dalam semangat mengukuhkan posisi madrasah sebagai madrasah riset di ranah pendidikan, MAN Kota Sawahlunto kembali menorehkan langkah progresif dengan mendaftarkan lima proposal riset dalam ajang bergengsi Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES) 2025.

Langit pagi yang jernih di kota bersejarah itu seakan menjadi saksi semangat siswa MAN Kota Sawahlunto yang tengah meniti tangga ilmu. Bukan sekadar kompetisi, bagi para siswa dan pembimbingnya, MYRES adalah panggung untuk membuktikan bahwa MAN Kota Sawahlunto bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga ladang subur bagi tumbuhnya benih-benih ilmuwan muda.

Lima proposal yang diajukan meliputi bidang Ilmu :

1. Judul : Pemanfaatan Limbah Kulit Ubi Sebagai Sumber Gula Cair Untuk Bahan Pemanis Alami

Pembina : Agil Aditya Dinata

Peneliti : 1. Iffa Ghaniyya

2. Aqila Nadhira Shaheen

3. Tiara Ramadhan

2. Judul Proposal: Transformasi Digital Bahasa Tangsi Sawahlunto melalui Teknologi OCR dan NLP untuk Pelestarian Budaya

Peneliti:

1) Ainil Mardiah

2) Azkya Ametsi Jihadil Fitri

Pembina:

1) Fuara Dila Sasmi, S.Pd

2) Oky Loly Wenny, M.Pd.I

3. Judul: Identifikasi Senyawa Biokimia dalam Umbi “Spathoglottis plicata” sebagai Anti-aging pada Wanita Usia 40 Tahun Ke atas.

Peneliti:

1. Raisya Qurrata Aini (Ketua)

2. Athiyya Nufaisah Rosandi (Anggota)

Pembimbing : Imelgawati Zusri P. S

4. Judul riset :” Dompet Z MANSA” (Dampak Online Marketplace terhadap emosi dan tabungan gen Z :studi kasus di MAN Sawahlunto

Peneliti:

1.Athiyya Nufaisah Rosandi(ketua)

2.Alif Fathurahman Syam (anggota)

3.Aniza Putri Pratama (anggota)

Pembimbing: Nurmala Dewi,S.Pd

5. Judul: Dampak PEGAL terhadap krisis ekologi sungai di Desa Salak, SAWAHLUNTO

Bidang kompetisi: integrasi keislaman dan keilmuan (ekoteologi)

Peneliti :

1. Syakirah serenami

2. Novia Dwi Permata

Pembimbing: Astri winanda M.Pd

Masing-masing dari Proposal menggambarkan kepekaan, intelektualitas, dan keberanian siswa MAN Kota Sawahlunto untuk menggali persoalan aktual dari lensa ilmiah dan religius.

Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro dalam keterangannya, menyampaikan bahwa proses penyusunan proposal telah melewati tahap pembinaan intensif selama ini .“Kami tidak hanya mengejar prestasi, tapi juga membangun kultur riset di lingkungan MAN Kota Sawahlunto. Ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan menjadikan MAN Kota Sawahlunto sebagai madrasah riset yang unggul dan berdaya saing,”ungkap Dafril penuh semangat.

Semangat dan kerja keras ini pun tak luput dari perhatian Kementerian Agama Kota Sawahlunto. Dalam sebuah kunjungan  yang penuh kehangatan dan makna Syafrudin, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad), mewakili Kepala Kantor Kemenag Kota Sawahlunto, menyampaikan apresiasi mendalam dan motivasi membara kepada para siswa dan guru pembimbing.

“Ini adalah bukti bahwa madrasah mampu bersaing di dunia riset. Jangan pernah merasa kecil sebagai siswa madrasah. Kalian adalah generasi penentu arah masa depan bangsa. Dan riset adalah salah satu jalan terhormat menuju kemajuan,” tutur Syafrudin dalam sambutannya, yang disambut dengan tepuk tangan haru dari seluruh hadirin.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pendidik, siswa, dan institusi untuk terus mendorong riset sebagai budaya. “Kementerian Agama sangat mendukung dan akan terus memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang mengarah pada peningkatan mutu dan daya saing madrasah. Kalian bukan hanya membanggakan MAN Kota Sawahlunto, tapi juga mengharumkan nama Kota Sawahlunto di kancah nasional,” tambah Syafrudin.

Menabur Harapan, Menuai Masa Depan

Apa yang dilakukan MAN Kota Sawahlunto hari ini adalah menabur benih masa depan. Di balik lembaran-lembaran proposal itu, tersembunyi harapan, kerja keras, dan impian anak-anak bangsa yang tak ingin hanya menjadi penonton dalam percaturan ilmu pengetahuan.

Kontributor : Nofri Hendra

Editor : DTB