Pesan Charles Tjoanda: “Kasih Allah Memberi Hidup Lebih Baik” Menggema di Kepulauan Tanimbar
Oleh: joko
Charles Tjoanda Tekankan Cinta Kasih Allah di Seminar Hidup Dalam Roh, Ajak Umat Membawa Warisan Kasih Ilahi ke Hidup Sehari-hari
Suasana religius menyelimuti Gedung Natar Kaumpu, Saumlaki, ketika Seminar Hidup Dalam Roh menghadirkan pengusaha sukses Charles Tjoanda sebagai pembicara utama, dengan gaya sederhana dan penuh empati, meluruskan miskonsepsi tentang Kristiani dan menegaskan bahwa kasih Tuhan tak bersyarat.
Rangkaian acara Seminar dua hari ini menggabungkan misa, sesi pembinaan rohani, dan momen kesaksian yang menggugah iman.

Cinta Kasih Allah Jadi Pesan Utama
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Kepulauan Tanimbar – Gedung Natar Kaumpu, Desa Olilit, Tanimbar Selatan, Maluku, dipenuhi suasana khidmat pada Rabu, 10 September 2025. Setelah Misa Pembukaan yang dipimpin Wakil Uskup setempat, Seminar Hidup Dalam Roh (SHDR) resmi dimulai. Sesi pertama menghadirkan pengusaha sukses dan figur rohani, Charles Tjoanda, yang dikenal luas sebagai pribadi rendah hati dan penuh dedikasi.
Dengan suara hangat dan tutur yang menenangkan, Charles Tjoanda membuka paparannya bertema “Cinta Kasih Allah”. Ia mengajak peserta merenungkan kasih Tuhan yang tanpa syarat. “Cinta kasih Allah sangat mengasihi kita dan ingin memberi hidup yang lebih baik bagi kita,” ujarnya. Ia juga menyisipkan pesan penuh harapan, “Today, my friend, carry this heritage of Divine Love with you. When you are tempted to feel rejected in the future, remember Who loves you.”

Meluruskan Miskonsepsi tentang Kekristenan
Tjoanda menyinggung bahwa seringkali gambaran keliru tentang kekristenan menjadi penghalang bagi orang untuk mengalami sukacita sejati. Beberapa di antaranya, menurutnya, adalah anggapan bahwa iman Kristen semata-mata soal aturan ketat atau hanya sekadar ajaran mengasihi sesama tanpa relasi pribadi dengan Tuhan.
“Allah bukan pribadi yang jauh dan tak terjangkau,” tegasnya. “Ia ingin berhubungan dengan kita, menjalin hubungan pribadi, dan memberikan kehidupan yang lebih baik.”
Pesan tersebut diperkuat dengan kutipan Kitab Suci, antara lain dari Yesaya 49:16: “Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.” Tjoanda menekankan bahwa kasih Tuhan tidak terbatas, tak bersyarat, dan selalu hadir, bahkan ketika manusia merasa dilupakan.
Rangkaian Acara dan Suasana Kebersamaan
Rundown SHDR berlangsung dua hari, 10–11 September 2025. Hari pertama mencakup misa pembukaan, sesi cinta kasih Allah oleh Charles Tjoanda, sesi penyelamatan oleh Geri Lerebulan, sesi hidup baru dalam Roh oleh Yohana Tjoanda, dan berbagai momen sharing kelompok. Hari kedua diawali sarapan bersama, dilanjutkan sesi tentang karunia Allah oleh Charles Tjoanda, pengakuan dosa, pencurahan Roh Kudus, dan doa bersama. Acara ditutup dengan misa penutup dan salam perpisahan penuh sukacita.
Selama acara, peserta tak hanya menerima materi rohani tetapi juga merasakan kehangatan komunitas. Lagu-lagu rohani seperti “Tuhan Yesus Baik” dan “S’mua Baik” mengiringi setiap sesi, menghadirkan suasana penuh sukacita dan pengharapan.
Momen sharing kelompok mempererat ikatan di antara peserta, menjadikan seminar bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi pengalaman rohani yang menguatkan iman dan kebersamaan.

Kesaksian dan Harapan
Banyak peserta menyampaikan bahwa paparan Charles Tjoanda memberikan perspektif baru tentang iman Kristen. Bagi mereka, pesan tentang kasih tanpa syarat dan undangan untuk membuka hati kepada Allah memberi penghiburan dan motivasi.
Seorang peserta menyebutnya “antarkan paket kasih”, mengibaratkan Tuhan yang mengetuk pintu hati tanpa memaksa, menunggu tanggapan manusia.
Di akhir sesi, doa pencurahan Roh Kudus membawa suasana hening dan penuh syukur. Seminar ini diharapkan menjadi awal pertumbuhan rohani bagi umat di Saumlaki dan sekitarnya.
“Kasih Allah bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk dialami dan dibagikan,” demikian pesan penutup yang menggema di Gedung Natar Kaumpu.