Seminar Hidup Dalam Roh: RD Ponsio Ongirwalu Dorong Kaum Muda Katolik Temukan Jati Diri dan Iman
Oleh : Joko
RD Ponsio Ongirwalu: Vicaris Episcopal Kevikepan Tanimbar-MBD Ajak Orang Muda Katolik Hidup Baru dalam Roh, Saatnya Orang Muda Bangkit Bersaksi Membawa Sukacita
Seminar Hidup Dalam Roh di Saumlaki perkuat spiritualitas dan karakter orang muda Katolik, dari doa hingga penguatan iman, RD Ponsio tekankan pentingnya refleksi dan komitmen rohani, meneguhkan iman dan persaudaraan.
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Maluku – Dalam Misa Pembukaan Seminar Hidup Dalam Roh (SHDR), Vicaris Episcopal Kevikepan Kepulauan Tanimbar-Maluku Barat Daya, RD Ponsio Ongirwalu, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya kehidupan rohani dan moral kaum muda Katolik.
Menurut RD Ponsio, seminar ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi sebuah ajakan untuk merenung dan tinggal bersama Tuhan di tengah tantangan zaman.
“Seminar hidup baru dalam roh mengangkat nilai spiritual, karakter, dan moral orang muda Katolik. Mereka diajak untuk berani mengambil keputusan, berhenti sejenak untuk tinggal bersama Tuhan, lalu bangkit bersaksi membawa warta sukacita bagi dunia,” ujarnya.
Menguatkan Iman di Tengah Arus Tantangan
RD Ponsio menekankan, orang muda perlu menemukan jati diri dan harapan masa depan mereka. Mereka diharapkan tidak mudah goyah menghadapi tantangan, tetapi terus belajar mengenal Tuhan melalui suara hati.
“Kembali kepada iman, mereka dipanggil menjadi saksi Kristus, menghidupi iman dalam keseharian, dan berbagi perhatian bagi sesama, terutama mereka yang membutuhkan pertolongan,” tambahnya.
Seminar ini juga diharapkan menjadi momen transformasi. Selepas kegiatan, para peserta diminta menerapkan nilai iman dalam kehidupan nyata, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Rangkaian Kegiatan Penuh Makna
SHDR ini digelar pada Rabu–Kamis, 10–11 September 2025 di Gedung Natar Kaumpu, Jalan Mathilda Batlayeri, Desa Olilit, Kecamatan Tanimbar Selatan, Saumlaki. Kegiatan berlangsung intensif selama dua hari, dimulai dengan registrasi peserta pukul 14.00 WIT dan ditutup dengan Misa Penutup pada Kamis sore.
Hari pertama dimulai dengan Misa Pembukaan, diikuti sesi bertema “Cinta Kasih Allah”, “Penyelamatan”, dan “Hidup Baru dalam Roh”, disertai sharing kelompok dan doa bersama.
Hari kedua menghadirkan sesi-sesi mendalam, seperti “Menerima Karunia Allah”, “Pertobatan–Pengakuan Dosa”, “Pencurahan Roh Kudus”, “Pertumbuhan”, dan “Diubah Menjadi Serupa dengan Kristus”. Setiap sesi diiringi pujian rohani dan kesaksian peserta, menambah suasana kebersamaan dan kekhidmatan.
Kebersamaan yang Menguatkan Persaudaraan
Selain pengajaran rohani, acara ini juga menjadi ajang mempererat persaudaraan antarumat muda Katolik di Kevikepan Tanimbar-MBD. Suasana doa, lagu-lagu rohani, dan sharing kelompok menciptakan pengalaman iman yang menyentuh hati.
Bagi para peserta, SHDR bukan hanya memperkaya pengetahuan iman, tetapi juga memberi kekuatan untuk menghadapi realitas hidup. Seorang peserta menyebut, “Kami belajar bahwa hidup dalam Roh Kudus bukan sekadar teori, tapi cara hidup yang menuntun kami menjadi pribadi lebih peduli dan setia.”
Momentum Kebangkitan Iman Orang Muda
Seminar ini menjadi tanda harapan bagi Gereja lokal. Dengan semangat RD Ponsio Ongirwalu, orang muda Katolik diharapkan tumbuh menjadi saksi Kristus yang tangguh.
SHDR di Saumlaki ini membuktikan bahwa di tengah dunia modern yang penuh distraksi, nilai iman tetap relevan dan memberi arah hidup.