Doa Turun Bersama Rintik Hujan
Era Nurza
–
Alhamdulillah
langit membuka tirai abu-abu
menurunkan butir-butir cahaya
yang kami sebut hujan
Padang tersenyum basah
jalan-jalan yang letih kini bernapas lega
asap kendaraan luluh bersama rintik
udara kembali bercerita tentang segar
Di sudut pasar
atap seng bernyanyi dengan denting hujan
pedagang mengangkat wajah
seakan berkata
“Inilah rezeki yang jatuh dari langit.”
Pohon-pohon tua di sepanjang jalan kota
mengangkat dahan seperti tangan berdoa
daun-daun menadah setiap tetes
lalu meresonansikan zikir tanpa kata
Ilahi Rabbi
betapa kecil kami di hadapan-Mu
namun Engkau cukupkan kami
dengan setetes rahmat yang menyirami bumi
Alhamdulillah
tiada yang sia-sia dari turunnya hujan
ia membasuh luka tanah yang retak
menyuburkan sawah
menghidupkan sungai
dan mengajarkan kami arti syukur
Di bawah payung doa
anak-anak berlarian di lorong-lorong
tertawa bersama genangan
mereka tahu, hujan adalah mainan surga
yang dikirim cuma-cuma
Kami pun belajar
bahwa setiap hujan adalah surat cinta
tinta langit yang jatuh ke bumi
dan setiap “Alhamdulillah” adalah jawaban
yang kembali mengalir ke langit
Padang, September 2025