Pesan Iman dari UST Manila: RD. Domincs Baldawins Masriat Ajak Tekun Mencari Yesus
Oleh : Johanis Kopong
RD. Domincs Baldawins Masriat: Suara Iman dari UST Manila, Filipina
http://suaraanaknegerinews.com | Manila, Filipina – Sabtu, 28 Juni 2025
Dari ruang hening Central Seminary di Universitas Santo Tomas (UST), Manila, Filipina, suara penuh kasih dan reflektif mengalun dari RD. Domincs Baldawins Masriat.
Imam muda asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Indonesia ini, kini tengah menjalani perutusan sebagai Pastor Mahasiswa di lingkungan kampus UST Manila.
Dalam kesibukan akademik dan pelayanan rohani, ia tetap setia menabur sabda Tuhan melalui renungan harian berjudul Sejenak Sabda.
Merenungi Hati Tak Bernoda Bunda Maria
Bertepatan dengan Peringatan Wajib Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria, RD. Domincs mengajak umat untuk merenungi makna bacaan Kitab Suci hari itu: Yesaya 61:9-11 dan Lukas 2:41-51.
Kedua teks suci itu menjadi dasar kuat bagi pesan-pesan reflektif yang ia sampaikan kepada umat, tak hanya di Filipina tetapi juga yang mengikuti pelayanannya dari Indonesia.
Tiga Pesan Tuhan: Jangan Pernah Lepas dari Kasih-Nya
Dalam Sejenak Sabda hari itu, RD. Domincs menyampaikan tiga pesan utama yang sangat membumi dan menggugah hati: Bersukacitalah karena Tuhan, bukan karena diri kita sendiri.
“Kita sering merasa berhasil karena usaha kita sendiri,” ujar RD. Domincs. “Padahal, tanpa Tuhan, semua berkat itu tidak mungkin terjadi. Tuhanlah sumber keselamatan dan sukacita sejati.” Ia mengingatkan bahwa Roh Kudus selalu bekerja diam-diam dalam setiap keberhasilan manusia.
Jangan lelah mencari Yesus dalam hidup
Dalam kehidupan iman, manusia kerap kali merasa “kehilangan” Yesus, entah karena rutinitas, godaan dosa, atau ujian hidup.
RD. Domincs mengajak umat meneladani Maria dan Yusuf yang tak menyerah mencari Yesus hingga ditemukan kembali. “Carilah Dia dalam doa, sakramen, Kitab Suci, dan refleksi hati,” pesannya.
Rendahkan hati untuk memahami Sabda-Nya
Tidak semua rencana Tuhan dapat langsung dimengerti. Oleh karena itu, RD. Domincs menekankan pentingnya bersikap seperti Maria: menyimpan semua dalam hati dan merenungkannya dengan rendah hati, membiarkan Roh Kudus menerangi pemahaman kita.
Doa dan Harapan dari Seberang Lautan
Renungan itu ditutup dengan sebuah doa singkat dan menyentuh: “Ya Allah, berkatilah kami agar kami mampu memahami setiap perkataan-Mu.”
Di tengah dinamika kehidupan mahasiswa dan panggilan imamat di negeri orang, RD. Domincs tetap setia membagikan suara iman yang meneduhkan.
Melalui Sejenak Sabda, ia tak hanya menyapa hati umat, tetapi juga menghidupkan kembali semangat mencari, menemukan, dan mencintai Yesus dalam kehidupan sehari-hari.
“Salam kasih dan doaku,
RD. Domincs Baldawins Masriat
Pastor Mahasiswa di UST Manila, Filipina.”ujarnya menutup.