April 17, 2026

Peziarahan Suci RD. Ponsio Ongirwalu di Tahun Yubelium 2025: Pintu Surga Terbuka bagi Dunia

Oleh: joko

RD. Ponsio Ongirwalu Berziarah Melintasi Pintu Suci: Peziarahan Iman dari Roma, Basilika Santo Petrus hingga Assisi, Menapak Jejak Keselamatan Abadi, Pintu Rahmat Tuhan

http://suaraanaknegerinews.com | Roma, 16 Oktober 2025 – Vicaris Episcopal Kevikepan Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, RD. Ponsio Ongirwalu, mengawali perjalanan rohaninya di Kota Roma, pusat Gereja Katolik dunia.

Dalam peziarahan yang sarat makna ini, Romo Ponsio melewati tiga pintu suci (Porta Santa), yakni Basilika Santo Petrus di Vatikan, Basilika Yohanes Lateran, dan Basilika Santa Maria Maggiore.

Ia juga mengunjungi Scala Sancta, tangga suci tempat Yesus Kristus diyakini menaiki anak tangga menuju pengadilan Pontius Pilatus.

Semua ini menjadi bagian dari peziarahan rohani menuju Tahun Yubelium 2025, yang disebut sebagai Tahun Rahmat dan Pengampunan bagi seluruh umat Katolik.

Makna Pintu Suci: Jalan Menuju Keselamatan

Dalam refleksinya, RD. Ponsio Ongirwalu menjelaskan makna mendalam dari perjalanan melewati Porta Santa, yang disebutnya sebagai “pintu keselamatan dan rahmat pengampunan.”

“Kita bersyukur karena Tuhan memberi kesempatan bagi kita untuk mengalami pintu keselamatan, tahun Yubelium sebagai tahun pengampunan atas segala dosa dan kesalahan kita,” ujar RD. Ponsio.

Bagi Romo Ponsio, melewati Porta Santa bukan sekadar ritual, melainkan tindakan iman yang mengingatkan manusia untuk selalu mencari Tuhan dalam hidup sehari-hari.
Ia menambahkan, “Ketika kita datang ke pintu suci ini dengan iman dan kerinduan akan rahmat-Nya, kita memohon agar hati kita terbuka seperti Tuhan membuka pintu belas kasih-Nya.”

Roma: Pusat Rahmat dan Sejarah Gereja

Dalam perjalanan yang dimulai pada 15 Oktober, RD. Ponsio bersama para peziarah mengunjungi sejumlah situs suci di Roma.

Selain tiga basilika utama, mereka juga menyambangi Kolosseum, tempat bersejarah yang menjadi simbol perjuangan iman umat Kristen awal.

Bagi Romo Ponsio, Roma adalah dasar iman Katolik, tempat umat Katolik dari seluruh dunia datang mencari Tuhan dan mengalami kasih ilahi secara nyata.

“Begitu banyak orang dari berbagai bangsa datang untuk melewati Pintu Suci di Vatikan, semua ingin mengalami Tuhan sendiri,” katanya dengan penuh syukur.

Assisi: Jejak Santo Fransiskus dan Damai Sejati

Pada 16 Oktober pagi, perjalanan dilanjutkan menuju Assisi, kota kelahiran Santo Fransiskus. Di sana, RD. Ponsio mengunjungi Basilika Santo Fransiskus dan Menara Miring, tempat yang meneguhkan semangat kesederhanaan dan perdamaian sejati.

Romo Ponsio menyebut, Assisi mengajarkan bahwa iman tidak berhenti pada ziarah fisik, tetapi pada perubahan batin.

“Selagi masih ada kesempatan, mari kita berbenah diri. Peziarahan ini mengingatkan bahwa hidup adalah perjalanan menuju Tuhan,” tuturnya.

Doa dan Harapan untuk Umat KKT–MBD

Di penghujung peziarahan, RD. Ponsio Ongirwalu mempersembahkan doa khusus bagi seluruh umat Allah di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya.

Ia memohon agar Tahun Rahmat Tuhan 2025 membawa berkat melimpah, kedamaian, dan kekuatan iman bagi seluruh umat di tanah Duan Lolat.

“Dari Vatikan, saya mendoakan seluruh umat Allah di KKT dan MBD. Semoga Tuhan selalu memberkati dengan rahmat dan kasih-Nya yang berlimpah,” pungkasnya.

Peziarahan RD. Ponsio Ongirwalu menjadi gambaran nyata perjalanan rohani seorang gembala yang mengajak umatnya menapaki Pintu Keselamatan.

Dari Roma hingga Assisi, dari basilika agung hingga tangga suci, setiap langkah adalah doa, sebuah panggilan untuk membuka hati pada kasih Tuhan.