May 26, 2026

Masalah; Pintu Solusi lewat Matriks Kerangka Kerja Logis – (Serial Tulisan Pembangunan Papua)

128551504_2432145927092616_1547178420035930880_n

Oleh: Alex Runggeary

” Jangan kita terus bicara masalah, karena kita terus menerus berputar-putar di dalamnya. Tidak ada solusi “, seorang teman bereaksi terhadap suatu perbincangan lama yang memang nampak sulit keluar dari sana.

Lain lagi DR. Laus D. Rumayom, Ketua Papua Strategis, “Tuhan memberi kita masalah agar kita belajar”

Kedua response di atas wajar di antara kita semua. Namun bagi mereka yang belajar – teknik menganalisis masalah – justru Rumusan INTI MASALAH – yang tepat, akan menggiring – Logika Berpikir – untuk mencari jawaban yang sekaligus Solusi terhadap masalah – masalah yang sedang kita hadapi.

Dalam Metodologi ZOPP – Ziel Orientierte Projekt Plannung – dari Jeman, menganjurkan menggunakan alur berpikir secara LOGIS yang kuat. Polanya adalah SEBAB – AKIBAT. Hubungan Sebab dan Akibat ini harus bersifat LANGSUNG, TEGAS dan LUGAS. Bukan penafsiran, perkiraan ataupun dugaan. Apa yang menyebabkan – Masalah Inti. Misalnya, mengapa Rakyat Papua Termiskin seIndonesia dalam 20 tahun terakhir, Atau mengapa Masyarakat Adat tidak dipertimbangkan ketika merumuskan Perencanaan Pembangunan Daerah, khususnya dalam hal potensi kasus tanah atau potensi bertabrakannya dengan Nilai Adat setempat.

Masalah INTI biasanya disebabkan oleh beberapa rangkai masalah di bawahnya. Misalnya RAKYAT PAPUA MISKIN karena tata kelola Pembangunan pemerintah salah. Mengapa salah? Karena tidak memiliki metodologi yang teruji keberhasilannya. Atau bisa lebih tegas dan lugas – pemerintah tidak tahu cara membangun yang benar. Mengapa pemerintah tidak tahu? Karena merasa kuat dan benar sendiri. Dan seterusnya.

Sebab lain adalah karena Masyarakat Papua tidak memiliki penghasilan yang memadai. Mengapa? Tak memiliki pekerjaan. Mengapa? Tak tersedia lapangan kerja. Mengapa? Dan seterusnya

Demikian proses ini terus berlangsung hingga membentuk satu kesatuan – Jaringan Masalah. Proses ini dikenal dengan proses itirate atau maju satu atau dua langkah bahkan lebih, kemudian kembali mundur memperbaiki, atau menguji pengertian, kemudian maju lagi. Dari pengalaman, proses Analisis Masalah menghabiskan waktu lima hari dalam model kerja kelompok.

Sekali Analisis Masalah ini bisa merumuskan Masalah INTI dan Jejaring Penyebabnya, wajib di uji beberapa kali dengan Logika Sebab – Akibat secara berjenjang dari bawah ke atas. Setiap jenjang di bawah adalah SEBAB. Dan setiap jenjang berikut diatasnya adalah AKIBAT LANGSUNG dan seterusnya. (Lihat Gambar)

Langkah selanjutnya menjadi mudah yaitu melakukan ANALISIS TUJUAN dengan teknik LOGIKA yang sama, tetapi kali ini dengan LOGIKA TINDAKAN – HASIL. Kalau pada Analisis MASALAH kita gunakan pernyataan dalam kalimat NEGATIF, maka pada Analisis Tujuan, kita gunakan pernyataan kalimat POSITIF. Misalnya RAKYAT PAPUA SEJAHTERA. Untuk mencapai ini pemerintah wajib menggunakan metodologi yang teruji dalam melakukan pembangunan.

Masyarakat perlu meningkatkan pendapatannya agar mampu membiayai kebutuhan pokok mereka seperti makan, kesehatan dan pendidikan. Untuk itu mereka harus punya pekerjaan. Apa saja peluang yang tersedia untuk memperoleh pekerjaan. Dan seterusnya.

Analisis TUJUAN kita gunakan sebagai DASAR MENYUSUN PROGRAM PEMBANGUNAN ke dalam Model Matriks Kerangka Kerja Logis – MKKL.

Pada akhirnya kita dapati beberapa alternatif pendekatan untuk MENCIPTAKAN PEKERJAAN, khususnya bagi mereka memiliki potensi. Misalnya PETANI KAKAO atau UMKM. Harus selalu mengacu padat 12 KRITERIA yang saya usulkan. Tiga di ataranya yaitu – (1)BERKELANJUTAN, (2) BERORIENTASI PASAR, dan (3) BERORIENTASI PRODUK

Akhirnya dengan program pembangunan EKONOMI RAKYAT PAPUA atau yang disebut di RIPPP – Papua Produktif – Rakyat Papua mencapai kesejahteraan. Dengan penjelasan ini dapat dikatakan bahwa – RENCANA INDUK PERCEPATAN PEMBANGUNAN PAPUA – masih harus dicarikan MODEL PENDUKUNG agar LINK dengan RIPPP. Ingat MKKL menjawab pertanyaan pertanyaa kritis: Siapa, Dimana, Berapa dan Mengapa DATA PRIMER DALAM BENTUK INDIKATOR. RIPPP tidak menyentuh bagian terakhir ini. That’s for sure !
————–
*) Alumni ZOPP Berlin Jerman