RD. Domincs Baldawins Masriat Suarakan Pesan Damai dari Central Seminary UST Manila
Oleh : Joko
http://suaraanaknegerinews.com | Manila, Filipina – Suasana penuh keheningan menyelimuti Central Seminary, University of Santo Tomas (UST) Manila, pada Kamis pagi, 12 Juni 2025.
Dari balik altar sederhana di kapel seminari tertua di Asia ini, suara lembut penuh makna terdengar mengalir dari RD. Domincs Baldawins Masriat, putra terbaik asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Indonesia, yang kini menjalani perutusan sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila, Filipina.
Melalui renungan khasnya bertajuk Sejenak Sabda, Romo Domincs, demikian ia akrab disapa, menyampaikan pesan sederhana namun menyentuh hati umat.
Berlandaskan bacaan liturgi dari 2 Korintus 3:15–4:1.3-6 dan Matius 5:20-26, ia mengajak seluruh umat membuka hati terhadap Sabda Allah sebagai jalan menuju terang kehidupan.
“Sabda Allah adalah sumber utama yang dapat mengantar kita dari kegelapan menuju terang. Hanya dengan hati yang terbuka, kemuliaan Allah dapat terpancar melalui wajah Kristus,” ungkap RD. Domincs dengan penuh keyakinan.
Ia mengingatkan bahwa kerasnya hati dan kesombongan manusia sering menjadi penghalang utama untuk menyambut firman Tuhan. Dalam keterbukaan hati, manusia akan memiliki pengetahuan sejati yang membebaskan dari kegelapan batin.
Tak berhenti di situ, pesan damai juga menjadi inti renungannya hari itu. Dengan nada lembut, RD. Domincs menyinggung soal kemarahan yang kerap merusak hubungan di tengah keluarga, komunitas, bahkan Gereja.
“Jika ada di antara kita yang masih menyimpan amarah kepada saudara, hendaklah kita berani berdamai. Damai itu indah, damai membawa sukacita, dan damai sejati selalu dimulai dari senyuman,” pesannya, menekankan pentingnya membangun budaya perdamaian lewat sikap sederhana.
Romo muda asal Tanimbar ini memang dikenal sebagai pribadi bersahaja dengan perhatian besar terhadap nilai rekonsiliasi dan persaudaraan sejati.
Pelayanannya di UST Manila tak hanya menguatkan para mahasiswa Indonesia di Filipina, tetapi juga menyentuh komunitas internasional di sana.
Sebagai penutup renungan, RD. Domincs memimpin umat dalam doa singkat penuh harapan:
“Ya Allah, semoga melalui berkat-Mu, hati kami senantiasa dihantar menuju cahaya kemuliaan.”
Keheningan kembali menyelimuti kapel, memberi ruang bagi umat untuk merenung dalam diam, menyambut Sabda Tuhan dengan hati yang terbuka.
RD. Domincs Baldawins Masriat, putra Maluku dari Kepulauan Tanimbar ini, membuktikan bahwa pesan damai dan kasih tak mengenal batas waktu dan ruang.
Dari Manila, suaranya menggema hingga ke tanah air – mengingatkan kita semua akan kekuatan Sabda, senyum, dan damai dalam kehidupan sehari-hari.