Refleksi Iman Pastor Pius Heljanan: Saatnya Tinggalkan Kantong Lama, Sambut Rahmat Baru
Oleh : Johanis Kopong
Pagi Spiritualitas dari Lauran: Jadikan Hatimu Kantong Baru
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Sabtu pagi, 5 Juli 2025 – Di pagi yang sejuk di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, suasana rohani terasa kuat ketika Pastor Pius Heljanan, MSC, dari Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, menyampaikan pesan mendalam kepada umat Katolik setempat.
Dalam refleksi spiritualnya, Pastor Pius mengajak umat untuk membaharui hati mereka, agar layak menerima berkat dan rahmat Tuhan. Ia menyampaikan perumpamaan tentang “anggur baru” dan “kantong baru”, merujuk pada Injil Matius 9:14-17.
“Anggur yang baru dituang ke dalam kantong yang baru, supaya keduanya terpelihara,” tutur Pastor Pius dengan suara teduh dan penuh makna.
Tinggalkan Hati Lama: Dendam, Iri, dan Kebohongan
Pastor Pius dengan jujur mengungkapkan bahwa masih banyak orang yang belum siap menerima anggur rahmat dari Tuhan, karena hati mereka masih seperti kantong lama—penuh dengan dendam, kebencian, iri hati, fitnah, dan kebohongan.
“Hati yang belum bertobat tidak akan mampu menerima kasih dan pengampunan yang dibawa Yesus,” ungkapnya.
Menurutnya, Yesus hadir bukan hanya untuk menyampaikan kasih, tetapi untuk mewujudkannya dalam hidup umat, dan itu hanya bisa terjadi bila seseorang siap membuka hati.
Hati Baru, Tempat Tinggal Rahmat
Untuk itu, Pastor Pius mengajak seluruh umat untuk menjadikan hati mereka kantong baru—hati yang penuh kasih, pengampunan, kesabaran, kemurahan hati, dan sukacita.
“Anggur berkat dari Tuhan hanya akan berdaya guna bila tinggal dalam hati yang baru,” pesannya tegas namun lembut.
Ia menutup refleksi dengan pertanyaan menohok: “Hatimu, sudah menjadi kantong baru?”
Renungan dari Injil Matius 9:14-17
Pesan ini berpijak pada perikop Injil yang berbicara tentang pembaharuan hidup. Dalam ayat tersebut, Yesus menekankan pentingnya kesiapan batin dalam menerima ajaran baru—simbol dari anggur baru—yang tak bisa dimuat dalam struktur lama yang keras kepala dan tidak berubah, alias kantong lama.
Penutup
Refleksi pagi dari Pastor Pius Heljanan, MSC ini menjadi pengingat spiritual bagi umat Katolik di Tanimbar dan seluruh pembaca, bahwa rahmat Tuhan selalu tersedia, namun hanya hati yang terbuka dan diperbaharui yang bisa menerimanya secara utuh.
Semoga pesan ini menjadi bahan renungan dan pembaruan hati bagi kita semua.