April 17, 2026

Refleksi Pastor Pius Heljanan MSC: Mengutamakan Keadilan dan Belas Kasih, Bukan Pencitraan

Oleh: joko

Pesan Pastoral dari Saumlaki: Kebersihan Hati Lebih Utama dari Penampilan Luar

Pastor Pius Heljanan MSC mengajak umat merenungkan makna Injil Matius 23:23-26, menjadi pribadi yang adil, penuh belas kasih, dan setia jauh lebih penting daripada sibuk menghakimi sesama.

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Selasa pagi, 26 Agustus 2025 — suasana hening di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, disertai sapaan penuh makna dari Pastor Pius Heljanan, MSC, yang melayani di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran.

Di tengah rutinitas umat, Pastor Pius menyampaikan sebuah pesan reflektif yang menyentuh relung hati:

“Bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih” (Mat. 23:26).

Pesan Tentang Kebersihan Hati

Pastor Pius menegaskan bahwa banyak orang sering kali sibuk menata penampilan lahiriah agar tampak bersih, indah, dan menarik. Namun, di balik itu, masih ada yang lupa membersihkan hati dan pikirannya.

“Saudaraku, kita semua adalah orang berdosa. Sebelum menyuruh orang lain membersihkan dirinya dari kekotoran dosa, marilah kita mulai dari diri sendiri,” ujarnya.

Melawan Kemunafikan, Menumbuhkan Kasih

Dalam refleksinya, Pastor Pius mengingatkan bahwa kemunafikan seringkali menjadi tameng pencitraan diri. Orang bisa tampak saleh dari luar, namun batinnya belum tentu jernih.

“Jadilah pribadi yang sibuk memperjuangkan keadilan, belas kasih, dan kesetiaan untuk sesama, daripada sibuk menghakimi sesama karena ‘kotor’ yang melekat pada kulitnya,” tegasnya.

Sebuah Ajakan Humanis

Lewat renungan ini, Pastor Pius mengajak umat Katolik, bahkan semua orang tanpa terkecuali untuk memulai perubahan dari dalam diri. Kebersihan hati, kata beliau, akan terpancar keluar dan membuat hidup lebih damai, indah, dan penuh kasih.

Pesan sederhana namun mendalam ini menjadi pengingat, bahwa iman sejati bukanlah sekadar tampilan lahiriah, melainkan sikap hati yang tulus dalam mengasihi dan memperjuangkan kebaikan.