Api di Kiwirok, Nyala yang Melukai Hati Nusantara
Era Nurza
–
Di ufuk timur negeri ini
tempat matahari pertama kali menyapa tanah air
kabar duka kembali menetes
Kiwirok terbakar,
bukan oleh mentari
melainkan oleh tangan-tangan yang kehilangan nurani
SMP Negeri Kiwirok
tempat cita-cita biasa bertunas di dada anak-anak gunung
tempat kapur menulis masa depan di papan harapan
kini tinggal abu yang berbisik:
“mengapa ilmu harus terbakar bersama dendam?”
Asap menari di atas Pegunungan Papua
menjulur seperti doa yang patah
membawa ratap guru, tangis murid
dan gema peluru yang tak pernah tahu arti damai
Anak-anak menatap langit kelabu
mereka tak paham politik tak paham perang
mereka hanya tahu sekolah adalah rumah kedua
dan kini rumah itu tiada
Oh, tanah Papua yang elok dan perih
jangan biarkan bara kebencian
menghanguskan masa depan generasimu
Biarlah pena kembali menggantikan senjata
biarlah papan tulis berdiri lagi
sebagai saksi bahwa bangsa ini belum menyerah
Kepada para pembakar masa depan
ketahuilah:
api yang kau sulut
tidak hanya membakar dinding dan atap
tapi juga nurani dan air mata ibu pertiwi
Namun lihatlah
dari abu yang hitam itu
kami anak-anak Indonesia
akan bangkit lagi seperti mentari di ufuk timur
membawa cahaya bukan dendam
membawa ilmu, bukan luka
Karena kami percaya
sekolah boleh terbakar
tapi semangat menuntut ilmu
takkan pernah padam
Kiwirok, engkau luka kami
tapi juga semangat kami untuk terus menyala.
Padang, 14 Oktober 2025