Sentuhan Langsung di Rumah, Upaya Bapas Saumlaki Mengawal Perubahan Klien
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Di tengah upaya membangun kembali kehidupan para klien pemasyarakatan, pendekatan humanis terus dikedepankan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Kelas II Saumlaki.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan home visit, yakni kunjungan langsung ke rumah klien.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari proses pendampingan yang menyentuh sisi personal klien.
Dengan mendatangi langsung lingkungan tempat tinggal, petugas dapat melihat secara nyata dinamika kehidupan yang dijalani klien setelah kembali ke masyarakat.
Dalam setiap kunjungan, Pembimbing Kemasyarakatan tidak hanya berinteraksi dengan klien, tetapi juga melibatkan keluarga. 
Percakapan yang terjalin menjadi ruang untuk memahami kondisi sosial, tingkat kepatuhan terhadap program pembimbingan, hingga berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses reintegrasi.
Lebih dari itu, home visit juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kembali kepercayaan diri klien.
Melalui pendekatan yang persuasif, petugas memberikan motivasi agar klien tetap berkomitmen menjalani kehidupan yang lebih baik dan produktif.
Kepala Bapas Kelas II Saumlaki, Martina Solilit, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki peran strategis dalam keberhasilan pembinaan.
“Kegiatan home visit ini merupakan bagian penting dari tugas Pembimbing Kemasyarakatan dalam memastikan klien tetap berada pada jalur pembinaan yang benar.
Melalui kunjungan langsung ke rumah, kami dapat memahami kondisi riil klien serta mendorong peran keluarga dalam mendukung proses reintegrasi sosial,” ujarnya.
Menurutnya, keluarga memegang peranan penting sebagai lingkungan terdekat yang dapat memberikan dukungan moral dan sosial bagi klien.
Tanpa keterlibatan keluarga, proses pembinaan akan sulit berjalan secara optimal.
Pendekatan yang dilakukan melalui home visit diharapkan mampu mempererat hubungan antara petugas dan klien, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjalani proses pembinaan.
Dengan langkah tersebut, Bapas Kelas II Saumlaki berupaya memastikan bahwa setiap klien tetap berada pada jalur yang tepat, sekaligus meminimalisir potensi pelanggaran selama menjalani masa pembimbingan di tengah masyarakat.(rls:bapas/jk)