Suara Damai dari Tanimbar: Pastor Pius Heljanan, MSC Ajak Umat Jadi Pendengar dan Penabur yang Baik
Oleh : joko
Belajar dari Sang Penabur: Pastor Pius Heljanan, MSC Ajak Umat Membuka Hati untuk Firman Tuhan
Dalam renungan singkatnya, Pastor Pius mengajak umat untuk lebih mendengarkan daripada sekadar berbicara, serta lebih memberi daripada berharap menerima.
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Rabu pagi – 23 Juli 2025
Dari altar sederhana di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Pastor Pius Heljanan, MSC, menyapa umat dengan sebuah pesan rohani yang menggugah nurani.
Dalam refleksi singkatnya yang diberi tajuk “Jadilah Pendengar dan Penabur yang Baik”, Pastor Pius mengangkat kisah Injil tentang si penabur (Mat. 13:1-9) sebagai cermin bagi kehidupan iman umat saat ini.
“Barang siapa bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
Dengan kalimat pembuka yang tajam namun mengalir lembut, Pastor Pius mengingatkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, banyak dari kita lebih sibuk berbicara daripada mendengarkan—lebih berharap menerima daripada menabur atau memberi.
“Tuhan selalu berbicara pada kita, namun karena kita terlalu sibuk dengan suara kita sendiri, hati menjadi tertutup terhadap firman-Nya,” tutur Pastor Pius.
Sebagai imam yang sehari-hari melayani umat di wilayah Tanimbar Selatan, ia melihat secara nyata bagaimana tantangan hidup sering kali membuat umat lupa untuk diam sejenak dan mendengarkan.
Padahal, menurutnya, hati yang tenang dan terbuka adalah tanah subur tempat sabda Tuhan bisa bertumbuh.
“Tuhan menghendaki kita menjadi penabur, bukan hanya penerima. Tapi sering kali kita justru menutup hati dan hanya berharap menerima kebaikan dari orang lain, tanpa bersedia menabur lebih dahulu,” tambahnya.
Hati yang Mendengar, Hati yang Memberi
Dalam renungan tersebut, Pastor Pius mengajak umat untuk merawat dan memelihara hati, karena dari sanalah mengalir sumber kebaikan bagi sesama.
Hati yang terbuka dan dipenuhi kasih akan lebih mudah menangkap pesan Tuhan—baik melalui sabda-Nya maupun lewat perjumpaan dengan sesama.
“Rawatlah hatimu agar lebih suka mendengarkan Tuhan melalui sesama. Peliharalah hatimu agar darinya mengalir kebaikan bagi semua orang,” pesannya lembut.
Renungan pagi dari Tanimbar ini menjadi panggilan sederhana namun dalam: untuk menjadi pribadi yang hadir bagi sesama, mendengarkan lebih banyak, dan menabur cinta kasih lebih luas.
Karena seperti benih yang jatuh di tanah yang baik, kebaikan yang ditanam dengan ketulusan akan menghasilkan buah berlimpah.
Pesan sederhana Pastor Pius Heljanan, MSC hari ini menyentuh inti hidup Kristiani: mendengarkan dengan hati, memberi tanpa pamrih, dan menjadi tanah yang subur bagi sabda Allah.