May 25, 2026
Mgr. Andreas Sol, MSC

Mgr. Adreas Sol, MSC Dalam Karya Pastoralnya Di Pulau Aru, Maluku Tenggara.

Oleh Pastor Anton Fanumbi, MSC

Tahun 1993 dimulai dengan kabar penting dari Kepulauan Aru, yang menyebutkan bahwa peletakan batu pertama untuk pembangunan sebuah Gereja besar di Dobo – Rumbengan telah dilakukan. Ini merupakan langkah awal yang signifikan dalam upaya pengembangan gereja di daerah tersebut. Di tengah kesibukan tersebut, Pastor Yoppy Sumakud, MSC memutuskan untuk mengambil masa cuti selama empat bulan yang dimulai pada pertengahan tahun (Mei). Selama masa cuti ini, ia berharap dapat beristirahat setelah bekerja keras dalam pelayanan gereja.

Di sisi lain, Fr. Diakon Damy Laiyan yang baru saja ditahbiskan, diberangkatkan dari Ambon menuju Langgur pada 22 Januari. Tugasnya adalah membantu dalam pendidikan dan pembinaan di Seminari Langgur. Sementara itu, pada 25 Januari, Br. Philo MSC berangkat ke Saumlaki untuk membantu menjaga para Yuvenat MSC dan asrama di kota tersebut. Kepergian Br. Philo MSC merupakan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa para calon imam MSC dapat tetap menjalani pendidikan dengan baik. Kepergian Br. Philo MSC juga terjadi bersamaan dengan keberangkatan Br. Wiwied dan Pater Wim Zomer ke Jakarta untuk mengikuti Rapat Tim Pembina MSC.

Tanggal 11 Februari 1993
Pada tanggal ini, Pastor Jan Lobby SVD tiba di Ambon setelah menempuh perjalanan panjang dari Flores. Ia diutus untuk memulai tugasnya sebagai Pastor di Mssohi. Bersamanya, datang juga Pastor Nikomedes SVD yang pulang setelah mengikuti rapat di Jakarta. Perpindahan ini menunjukkan mobilitas yang tinggi dari para imam yang melayani di Keuskupan Amboina. Tidak lama setelah itu, pada tanggal 15 Februari, Pastor Hans Ngala MSC yang baru saja ditahbiskan sebagai imam tiba di Ambon. Ia melanjutkan perjalanannya ke Kei untuk mengisi tugas di Seminari Langgur. Ini menjadi langkah penting dalam pengembangan pelayanan di Kei, mengingat betapa pentingnya pendidikan iman bagi generasi muda di sana.

Tanggal 20 Maret 1993
Pada tanggal ini, terjadi serah terima tugas Paroki Ger Esserey MSC di Masohi. Pastor Esserey MSC menyerahkan tanggung jawab parokinya kepada Pastor Jan Lobby SVD. Proses serah terima ini dilakukan secara resmi dengan pengantaraan Mgr. Joseph Tethool MSC, Uskup Amboina, yang secara khusus hadir untuk memimpin proses pengalihan tanggung jawab ini. Momen ini juga menandakan pengalihan pengelolaan paroki tersebut kepada Tarekat SVD, yang menjadi bagian dari langkah besar dalam memperkuat kerja sama antar tarekat dan memperluas jaringan pelayanan gereja di seluruh wilayah Keuskupan Amboina.

Tanggal 6 April 1993
Pada tanggal ini, sebuah kabar penting datang dengan kedatangan Pastor Aloysius Roong MSC dari Msnado menggunakan KM Kerinci. Ia tiba di Ambon untuk menjalani tugas barunya sebagai Pastor Paroki Lorulun. Kehadiran Pastor Roong MSC menggantikan Pastor Kaitanus Jamrevav MSC yang sebelumnya melayani di paroki tersebut. Perpindahan ini menunjukkan dinamisnya pelayanan pastoral yang terus bergerak untuk memenuhi kebutuhan rohani umat di berbagai wilayah.

Tanggal 27 April 1993
Pada tanggal ini, Mgr. Andreas Sol, Uskup Amboina, kembali ke Ambon setelah tiga minggu berada di Kei untuk merayakan Minggu Palem dan Tri Hari Suci bersama umat di sana. Selama kunjungannya ke Kei, Mgr. Sol tidak hanya merayakan liturgi, tetapi juga melakukan pemberkatan Gereja baru di Hollat serta melaksanakan penerimaan Sakramen Krisman di Paroki tersebut. Kunjungan ini mencerminkan dedikasi Uskup Amboina dalam menjangkau umat di daerah-daerah yang lebih terpencil, memastikan bahwa mereka mendapatkan pelayanan rohani yang sama dengan umat di kota-kota besar.

Tanggal 13 Mei 1993
Pada tanggal 13 Mei, Pastor Edo Besembun mendapat penempatan baru. Ia diberangkatkan ke Ternate dan Halmahera untuk menjalankan tugas sebagai Pastor Paroki di Tobelo. Penugasan ini merupakan bagian dari upaya untuk mengoptimalkan pelayanan gereja di wilayah yang lebih luas dan menjangkau umat yang berada di berbagai pulau. Sebagai seorang imam, Pastor Besembun akan bekerja keras untuk membangun gereja lokal di Tobelo dan mengembangkan kehidupan iman di kawasan tersebut.

Tanggal 14 Mei 1993
Pada hari berikutnya, yaitu 14 Mei, Mgr. Andreas Sol bersama Pastor Jan Segers MSC berangkat ke Jakarta. Kehadiran Pastor Segers di Keuskupan Amboina sejak 9 Mei menandakan awal masa cuti yang akan dilanjutkan ke Belanda bersama Uskup Sol. Meskipun masa cuti ini memberikan kesempatan bagi para imam untuk beristirahat, namun tetap ada tugas pastoral yang harus dilaksanakan, yang menjadi bukti bahwa pelayanan gereja tidak pernah berhenti meskipun ada periode istirahat.

Penutup
Kronologi peristiwa yang terjadi di Keuskupan Amboina pada awal tahun 1993 ini menggambarkan dinamika kehidupan gereja yang terus bergerak dan berkembang. Penugasan imam-imam yang berpindah tempat dan acara serah terima paroki menunjukkan upaya berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan pastoral umat di berbagai wilayah. Melalui catatan perjalanan ini, kita bisa melihat bagaimana para pelayan gereja bekerja keras dan melayani umat dengan penuh dedikasi, meskipun perjalanan mereka sering kali penuh tantangan.