Uluwatu: Api, Ombak, dan Doa yang Menari Era Nurza
Oleh: Era Nurza
–
Di tepi tebing laut membaca mantra
ombak memecah sunyi menjadi cahaya
Uluwatu berdiri seperti penjaga waktu
menatap samudra tanpa pernah lelah
Pantai menghamparkan biru yang berani
angin asin memeluk langkah kaki
Matahari turun perlahan ke barat
seakan tahu kapan harus pamit
Saat senja menyala di langit terbuka
api kecak dinyalakan oleh suara
“Cak… cak…” berputar seperti nadi
ritme purba menyusup ke dalam diri
Tangan menari bayang-bayang bicara
tentang cinta perang dan kesetiaan
Di antara api laut dan langit jingga
manusia belajar dari itu
Uluwatu kau bukan sekadar tempat
kau adalah pertemuan doa dan berani
di mana raga, api, dan udara menari
menjadi hidup sampai hari esok
Bali, 15 Januari 2026