Upacara Bendera di MAN Kota Sawahlunto: “Menanam Nilai, Memanen Harapan Bersama Wakakurikulum”
SAWAHLUNTO, 11 Agustus 2025, Udara masih sejuk, aroma embun belum sepenuhnya sirna, ketika derap langkah siswa-siswi MAN Kota Sawahlunto mulai memadati lapangan dengan rapi dan penuh kesadaran. Seragam yang dikenakan bukan sekadar kain dan benang, melainkan lambang tanggung jawab dan identitas sebagai pelajar bangsa.
Tepat pukul 07.15 WIB, genderang kegiatan dimulai. Lagu kebangsaan berkumandang menggugah kalbu, menggema di antara tiang bendera dan tembok sekolah yang menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan cita-cita. Bendera Merah Putih pun perlahan naik ke puncak, seolah memeluk langit, dibawa oleh tangan-tangan muda penuh harapan.
Yang menjadi pembina upacara pagi itu adalah sosok yang tidak asing lagi Oky Loly Weny, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Dengan langkah tenang dan pandangan teduh, beliau berdiri di hadapan barisan peserta upacara, menjadi pusat perhatian sekaligus sumber inspirasi.
Dalam amanatnya yang disampaikan dengan suara jernih dan artikulasi yang mengalir, Oky menyelipkan lebih dari sekadar pesan formal. Ia mengurai makna dari sebuah kedisiplinan, pentingnya tanggung jawab pribadi, dan nilai luhur dari sebuah proses belajar.
“Belajar bukan semata-mata mengejar nilai, melainkan membentuk watak, menajamkan nurani, dan menanamkan kecintaan pada kebenaran,” ucap Oky, disambut hening yang penuh hikmat.
Tak lupa, pembina juga mengapresiasi kepada pelaksana Upacara Kelas XII Fase F3 di bawah bimbingan walas Sulyadi, S.Pd yang telah melaksanakan dengan baik, selanjutnya mengucapkan terimakasih kepada seluruh siswa telah mengikuti upacara dengan Hikmat.
Upacara pagi itu bukan sekadar prosesi ia adalah nyanyian kesadaran akan pentingnya pendidikan, etika, dan semangat kebangsaan. Oky Loly Weny, melalui tutur dan tindaknya, menjadi lentera kecil yang menyala di tengah samudra perjuangan bernama Madrasah.
Semoga semangat Senin pagi ini menjadi bara yang terus menyala sepanjang pekan, membimbing langkah-langkah kecil menuju harapan besar.
Kontributor : Nofri Hendra
Editor : DTB