April 17, 2026

Suguhkan Pendidikan yang Melayani, Kepala MAN Kota Sawahlunto Terima SK Madrasah Ramah Anak Tingkat Sumbar

SAWAHLUNTO, 11 Agustus 2025  Dalam harmoni udara sejuk yang menyelimuti kota tua Sawahlunto, sebuah kabar penuh haru dan harapan mengalun dari lembaga pendidikan yang tak henti menabur cahaya: Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto kini resmi menyandang predikat Madrasah Ramah Anak dan Madrasah Inklusif tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Penetapan itu dituangkan dalam Surat Keputusan resmi yang diserahkan langsung oleh Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, H. Edison, kepada Kepala Madrasah se Sumatera Barat termasuk di dalamnya Kepala MAN Kota Sawahlunto yang di serahkan oleh staf Bidang Pendidikan Madrasah dalam sebuah seremoni sederhana namun sarat makna di Aula Kanwil Kemenag Sumbar, Padang.

SK tersebut bukan sekadar selembar kertas administratif, tetapi menjadi simbol pengakuan atas dedikasi tanpa lelah dari para pendidik di MAN Kota Sawahlunto dalam mewujudkan pendidikan yang tidak hanya mengajar, tetapi juga melindungi, mendengarkan, dan mencintai.

Pendidikan yang Menyentuh Jiwa

Dalam sambutan Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah propinsi Sumatera Barat H. Edison menyampaikan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari komitmen kolektif antara guru, siswa, orang tua, dan seluruh elemen madrasah—untuk menciptakan ruang belajar yang aman, inklusif, dan penuh empati.

“Kami percaya bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya soal angka dan nilai. Ia adalah perjalanan batin, pembentukan karakter, dan yang terpenting: bagaimana peserta didik merasa dihargai, didengarkan, dan dicintai,” ucap beliau dengan mata yang basah oleh haru.

Madrasah Ramah Anak adalah program nasional yang digagas untuk memastikan bahwa satuan pendidikan mampu menjamin perlindungan hak-hak anak, membangun lingkungan yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan tidak adil, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam pembelajaran.

Langkah Panjang yang Terbayar

Sejak awal tahun 2025, MAN Sawahlunto mulai menerapkan sejumlah inisiatif transformatif. Di antaranya adalah pembentukan Tim Perlindungan Anak Madrasah, pelatihan guru dalam pendekatan pembelajaran berbasis kasih sayang, serta penyediaan ruang konseling terbuka bagi siswa yang ingin berbagi keluh kesah tanpa takut dihakimi.

Selain itu, madrasah ini juga membangun program “Sahabat Anak”, di mana siswa dilibatkan sebagai agen perubahan dalam menciptakan suasana belajar yang saling menghormati. Dalam lingkungan seperti ini, setiap anak merasa menjadi bagian penting dari keluarga besar MAN Kota Sawahlunto, bukan sekadar nomor induk peserta didik.

Penghargaan ini, menurut Dafril Tuanku Bandaro bukanlah garis akhir, melainkan titik awal dari tanggung jawab yang lebih besar. “Kita berharap MAN Kota Sawahlunto bisa menjadi teladan bagi madrasah lain di Sumatera Barat. Pendidikan adalah tentang kemanusiaan. Tentang menyentuh hati, bukan hanya memenuhi kurikulum,” katanya.

Penerimaan SK Madrasah Ramah Anak ini menjadi penegas bahwa MAN Kota Sawahlunto tidak sekadar hadir sebagai institusi pendidikan, tetapi sebagai rumah kedua yang menumbuhkan, melindungi, dan membimbing anak-anak menuju masa depan yang terang tanpa menghilangkan masa kecil mereka yang penuh warna.

Di tengah dunia yang kian kompleks, di mana pendidikan sering terjerumus dalam rutinitas kaku dan tekanan prestasi semu, MAN Kota Sawahlunto justru memilih jalan yang lembut: pendidikan yang melayani, bukan menaklukkan; membangun, bukan menghukum; dan mencintai, bukan sekadar mendidik.

Sebuah langkah kecil di kota tambang yang sunyi, namun berdampak besar bagi generasi yang haus akan tempat belajar yang memanusiakan.

Kontributor: Nofri Hendra

Editor : DTB