April 17, 2026

Vikaris Episkopal Tanimbar–MBD Serukan Damai Pasca Demonstrasi

Oleh: joko

Pesan Ketenangan dari Vikaris Episkopal untuk Tanimbar dan Maluku Barat Daya, Umat Diminta Menahan Diri dan Menolak Provokasi

Seruan Pastoral demi mewujudkan harmoni di Tanimbar dan MBD: jangan terprovokasi berita bohong, utamakan dialog dan doa, menjaga persatuan dan kedamaian setelah aksi demonstrasi 25 Agustus 2025.

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Pasca demonstrasi yang terjadi pada 25 Agustus 2025 di berbagai daerah, Vikaris Episkopal wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, R.P. Ponsio Ongirwalu, menyampaikan himbauan pastoral kepada umat beriman serta masyarakat luas di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya.

Dalam seruannya, beliau mengawali dengan salam lintas agama sebagai wujud penghormatan atas keberagaman yang hidup di wilayah Tanimbar dan MBD.

Himbauan ini dimaksudkan untuk mengajak seluruh masyarakat agar tetap menjaga kedamaian, tidak terprovokasi, dan senantiasa menempatkan persaudaraan di atas perbedaan.

Himbauan Pastoral: Menahan Diri dan Menolak Provokasi

Vikaris Episkopal menegaskan pentingnya sikap sabar dan menahan diri dalam menyikapi dinamika sosial. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu atau ajakan anarkis yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Hindarilah berita bohong dan ujaran kebencian. Gunakanlah akal sehat dan hati nurani untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah,” tegasnya dalam himbauan itu.

Utamakan Dialog dan Persaudaraan

Lebih lanjut, R.P. Ongirwalu mengajak masyarakat untuk mengedepankan musyawarah sebagai jalan menyelesaikan persoalan. Ia menekankan bahwa semua warga adalah bagian dari satu bangsa yang harus saling menopang.

Kita semua adalah anak-anak bangsa yang satu. Selesaikan setiap perbedaan dengan jalan musyawarah, bukan dengan kekerasan,” ungkapnya.

Doa dan Keteguhan Iman

Dalam bagian akhir himbauannya, Vikaris Episkopal mengajak umat untuk senantiasa berdoa dan menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan. Ia menekankan bahwa iman harus menjadi penopang dalam menghadapi situasi yang penuh tantangan.

Mari kita jadikan Gereja sebagai tempat perlindungan dan persaudaraan. Biarlah kita semua menjadi agen-agen perdamaian Kristus di tengah masyarakat,” ujarnya dengan penuh kasih.

Himbauan pastoral ini diharapkan menjadi pegangan moral bagi masyarakat Tanimbar dan Maluku Barat Daya untuk menjaga kondusivitas wilayah. Pesan damai yang disampaikan Vikaris Episkopal ini menjadi peneguhan rohani sekaligus panggilan bersama untuk tetap mengutamakan persaudaraan, dialog, dan doa dalam setiap situasi.