Dari Kampus ke Kampung: Mahasiswa UNCRI Hadirkan Pengabdian Bermakna
Laporan Milton De Holet
–
MANOKWARI — suaraanaknegegerinews.com| Mahasiswa Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) Manokwari telah menorehkan jejak pengabdian melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan Kedua yang berlangsung dari 21 Juli hingga 21 Agustus 2025. Program ini melibatkan mahasiswa dari dua fakultas, yakni Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, sementara Fakultas Sains dan Teknologi tetap memberikan dukungan akademik di balik layar. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan sekadar formalitas akademik, melainkan wujud nyata dari visi kampus yang berakar pada ilmu pengetahuan dan cinta kasih.
Pelaksanaan KKN menyebar ke tiga wilayah Papua Barat: Distrik Tanah Rubuh (Kabupaten Manokwari), Distrik Oransbari dan Ransiki (Kabupaten Manokwari Selatan), serta Kampung Banjar Ausoy SP 4 di Distrik Manimeri (Kabupaten Teluk Bintuni). Sebanyak 11 kelompok mahasiswa diterjunkan, hidup bersama masyarakat, dan merancang program kontekstual yang menjawab kebutuhan riil warga. Interaksi itu menjadikan KKN sebagai ruang belajar timbal balik: mahasiswa belajar kearifan lokal, sementara masyarakat mendapat tambahan energi dari semangat akademik generasi muda.
Program pengabdian yang dijalankan tidak terbatas pada penyuluhan, tetapi juga menyentuh aspek kehidupan sehari-hari. Mahasiswa ikut memperbaiki fasilitas umum, mengecat ulang bangunan, membuat papan nama keluarga di rumah-rumah warga, serta membersihkan dan menata lingkungan kampung. Bahkan, mereka turut menginisiasi pembangunan lapangan olahraga sederhana yang menjadi ruang interaksi anak-anak muda. Kehadiran mereka menyalakan kembali semangat gotong royong yang menjadi identitas masyarakat Papua.
Di sisi lain, kegiatan literasi juga digalakkan. Mahasiswa mendirikan Pojok Baca Kampung, menggelar sesi membaca bersama, hingga memberikan penyuluhan hukum sederhana yang disesuaikan dengan konteks lokal. Tak ketinggalan, ada pula pelatihan manajemen UMKM, kewirausahaan berbasis potensi lokal, penyuluhan gizi, serta pembekalan etika penggunaan teknologi digital. Semua ini dirancang dengan pendekatan bahasa yang mudah dipahami, agar benar-benar menjadi bekal praktis bagi masyarakat.
Momentum kebangsaan semakin terasa menjelang Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Mahasiswa dan pemuda kampung bahu-membahu menyelenggarakan berbagai kegiatan, mulai dari kerja bakti, lomba tradisional, hingga upacara bendera dan malam kesenian merah putih. Suasana kampung yang penuh semarak menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa telah melahirkan energi baru, membangkitkan rasa cinta tanah air di tengah masyarakat pedesaan Papua Barat.
Rektor UNCRI, Prof. Dr. Roberth Kurniawan Ruslak Hammar, S.H., M.Hum., M.M., CLA., turut hadir memantau jalannya program. Dalam kunjungan ke beberapa lokasi, ia menegaskan pesan penting bagi mahasiswa: “Tinggalkan tempat KKN bukan hanya dengan salam perpisahan, tapi dengan kesan yang baik dan bukti nyata bahwa kehadiran mahasiswa UNCRI memberikan manfaat. Setiap langkah dan program yang dijalankan harus berdampak langsung dan dapat dirasakan oleh masyarakat setempat.”
Kini seluruh mahasiswa kembali ke kampus di Manokwari untuk menyusun laporan akhir. Namun, yang mereka bawa pulang lebih dari hanya catatan akademik. Mereka membawa pengalaman hidup, pelajaran tentang kebersamaan, serta rasa cinta tanah air yang semakin dalam. KKN menjadi jembatan antara teori dan praktik, antara ilmu pengetahuan dan kehidupan riil masyarakat di akar rumput.
KKN Angkatan Kedua ini sekaligus merefleksikan arah visi UNCRI: mencetak sarjana yang tidak hanya unggul dalam ilmu, tetapi juga berjiwa pengabdi yang siap membangun bangsa dari pinggiran. Dengan motto “Ilmu Pengetahuan untuk Kesejahteraan dan Cinta Kasih” (Scientiarum ad Prosperium et Caritatum est), UNCRI meneguhkan komitmennya bahwa pendidikan sejati adalah yang memberi dampak langsung bagi manusia dan lingkungannya.