Anjing, Tikus, dan Derajat Malaikat
Yusuf Achmad
–
Pahit dan manis menyatu, durian dan roda tak mungkin berpadu,
Hidup berputar dalam tawa dan tangis, roda dan jalan terus berseteru,
Melintasi tikus, melintasi anjing, tanpa ragu.
Durian bertaring tajam, hangat dan dingin menusuk raga,
Tak serupa dengan nangka, meskipun mirip rupa, rasanya tiada tara,
Bangkai tikus, bangkai anjing, mencerminkan fana manusia,
Roda kehidupan bergulir tanpa wajah, terkadang licin, terkadang berkerikil.
Durian dan nangka, roda dan jejak, menari dalam harmoni,
Berbeda namun berpadu, pahit manis bercengkerama dalam asa dan asih,
Di atas tak selalu bahagia, di bawah menyimpan kasih tak terhingga,
Andai insan mampu menghargai tikus dan anjing pun malaikat,
Maka ia mencapai langit ketujuh, melampaui Jibril dalam cinta bersanat.
Surabaya, 26 Januari 2025