Terpisah Bentangan Laut Nan Indah
Oleh: Selbert Lino Laia
–
Menanti sebuah hal yang tak tahu kapan akan rampungnya. Terpisah oleh luasnya lautan yang terbentang. Sebuah penantian yang sangat berarti bagaikan sebuah baja yang akan memudar dibalut oleh karat yang begitu merusak. Akan tetapi oleh sebuah pikiran yang logis baja tersebut tak akan dapat berkarat. Setiap hari demi hari penantian tersebut pun tak kunjung rampung. Namun terbantu dengan sifat seperti tanah yang tidak akan mengeluh dengan banyaknya air hujan yang turun membasahinya. Di kota nan indah ini aku berjuang untuk dapat menyelesaikan sebuah hikayat yang sedemikian penting. Telah kupahami kini yang menjadi sebuah kendala dalam luasnya bentangan lautan tersebut. Dibutuhkan sebuah kapal dan nahkoda yang ahli untuk mengendarainya.
Mengontrol pikiran yang akan membuat bentangan laut tersebut semakin meluas. Ibaratkan sebuah kapal yang kehilangan arah. Namun, kini aku memiliki tekad untuk mengubah dan memperkuat kapalku dan melatih kembali nahkoda ku agar dapat melewati badai dan ombak yang begitu dahsyat di tengah perjalanan mengarungi lautan nan luas tersebut. Aku kini duduk di ruangan kecil yang menjadi tempat ternyaman untuk menulis curahan pikiran ini. Duduk diatas kasur yang sangat nyaman yang membuat otak ku dapat berpikir secara luas dan terbuka. Dan menatap layar kacaku yang menjadi media untuk mencurahkan bagaimana pikiranku hari ini terhadapmu. Mengatur pikiranku agar tak salah dalam membangun sebuah kapal yang kuat untuk mengarungi lautan. Dan pada saat ini, di kota Yogyakarta aku berdoa agar aku dapat mengarungi lautan yang luas dan segera menghampirimu. Dan aku akan membawamu ke dalam kapalku yang akan membawamu pergi mengarungi laut-laut yang masih belum dapat dan belum pernah
aku lalui. Percayalah kepada kapal ku, ia tak akan membuatmu khawatir ketika sebuah badai yang begitu dahsyat menghantam dinding-dinding yang menjadi pelindung dalam perjalan panjang kita untuk mengarungi laut yang luas dan indah. Aku juga berdoa kepada yang Maha Kuasa agar memudahkan aku mengarungi lautan yang penuh dengan badai yang telah Diciptakan agar tetap terlihat indah di dunia ini.
Yogyakarta, 04 Mei 2023