Suara Anak Negeri News

Jembatan Suara Rakyat

Buah Kesabaran Dan Berbaik Sangka Kepada Allah Ta’ala

Tausiah Religi
KULIAH SHUBUH
Ahad , 09 Nopember 2025 .
(18 Jumadil Awwal 1447 H)

Oleh Tb Mhd Arief Hendrawan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِه سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.

Terlebih dahulu mari kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar – benarnya , yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah ﷻ dan rasul-Nya Muhammad ﷺ serta menjauhi apa yang dilarang oleh Allah ﷻ dan Rasulullah Muhammad ﷺ .

Dan marilah kita senantiasa menambah syukur atas segala nikmat dan anugerah yang telah Allah berikan kepada kita semua.
Nikmat sekecil apapun.
Kita kadang lupa bersyukur dan lupa berzikir kepada Allah di saat kita justru diberikan nikmat.

Sebaliknya, kita sering kali ingat dan tidak henti-hentinya memohon pertolongan Allah di saat kita dalam keadaan tidak baik-baik saja, terjepit dalam masalah- masalah yang dihadapi, dalam keadaan sakit, dan sebagainya.

Sementara dalam kondisi bagaimanapun yang tengah dihadapi hamba- hamba-Nya, Allah ﷻ sungguh selalu baik, Allah tidak pernah lupa untuk senantiasa memberikan nikmat- Nya, kadang masalah- masalah kita perlahan menemukan jalan keluarnya, diberikan rezeki yang tidak terduga, dan kenikmatan – kenikmatan yang lainnya.

Manusia hidup dengan aneka cobaannya.
Tidak mungkin manusia selalu anteng, tenang, dimudahkan menggapai segala yang diingini, dan seterusnya. Sepanjang diberikan kesempatan hidup di dunia, pada saat itu pula manusia menemukan tantangan dan cobaannya.
Artinya, kita harus selalu siap dengan situasi dan kondisi yang menimpa.
Karena itu, kita harus punya bekal yang cukup dan mental yang kuat.
Prinsipnya adalah semua situasi yang kita hadapi tidak sampai mengurangi syukur kita kepada Allah Ta’ala, kualitas ibadah kita, dan tidak juga mengurangi upaya kita dalam berbuat baik kepada sesama.

Di antaranya bekal yang kira perlukan yaitu kesabaran dan tetap berbaik sangka kepada Allah ﷻ.
Pada kondisi kita sedang kurang baik-baik saja, misalnya dalam keadaan sakit, atau tengah dicoba dengan situasi sulit, tidak berarti kita kehilangan potensi menggapai pahala dan ridho Allah ﷻ .
Apalagi di saat kita dalam situasi yang normal.

Allah ﷻ berfirman dalam surah Az-Zumar ayat 10 berikut ini.
“Sesungguhnya
orang-orang yang bersabar akan dipenuhi pahala mereka tanpa hitungan.”

Sabar atas musibah dan cobaan yang dihadapi sungguh adalah keberuntungan yang sangat besar.

Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan kepada kita sebagai umatnya agar senantiasa bersabar di saat kita sedang dilanda musibah.
Karena di balik kesabaran itu, Allah sebenarnya ingin menghapus dosa-dosa kita.
Hal ini pernah disampaikan dalam sebuah hadits:
“Aisyah radliallahu ‘anha, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan, ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
‘Tidaklah suatu musibah yang menimpa seorang Muslim, bahkan duri yang melukainya sekalipun, melainkan Allah akan menghapus dosa-dosanya.”
(HR Al-Bukhari)

Yakinlah, Allah adalah Dzat yang maha baik.
Setiap kali musibah yang menimpa kepada kita, ada tujuan baik di baliknya.
Oleh karena itu, kita harus selalu berbaik sangka kepada Allah bahwa apa yang menimpa kita merupakan suratan takdir ilahi.
Dan boleh jadi musibah dan rasa sakit adalah wasilah supaya kita diangkat derajat dan martabatnya di sisi Allah Ta’ala dengan dihapuskannya dosa-dosa.
Boleh kita sederhanakan, bahwa berbaik sangka kepada Tuhan termasuk bukti cinta kita kepada-Nya.
Di sisi lain, berbaik sangka kepada Allah adalah bentuk dari ibadah itu sendiri kepada-Nya.

Dari riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sungguh, berbaik sangka kepada Allah merupakan ibadah terbaik yang dipersembahkan sang hamba kepada Tuhannya.”

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Sabar atas ujian Allah ﷻ dan berbaik sangka kepada-Nya bukan berarti kita berdiam diri tanpa melakukan apa-apa.
Pasrah atau tawakkal hendaknya diposisikan di akhir setelah kita berupaya sekuat tenaga bangkit dari musibah atau cobaan itu, dan tentu saja diiringi dengan usaha batin dengan terus berdoa kepada Allah.

Kita yakin bahwa Allah ﷻ maha kuasa, mampu mengubah apapun sesuai kehendak-Nya.
Semoga kita dapat mengamalkan rasa sabar ini di kala musibah atau cobaan melanda, kiranya dengan selalu bersabar dan berbaik sangka kepada Allah tersebut. Allah senantiasa mengampuni dosa-dosa kita,
Aamiiin.

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Demikianlah Kuliah Shubuh ini
Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua, serta bisa menjadi penyebab kita untuk meningkatkan ibadah, ketaqwaan, keimanan, dan menjauhi segala larangan.
Wa billahit taufik wal hidayah.
والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته