http://suaraanaknegerinews.com | Pastor Pius Heljanan, MSC, dari Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menyampaikan pesan reflektif kepada umat dalam perayaan Minggu pagi.
Ajak Umat Sadari Peran sebagai Bait Suci
Dalam penyampaiannya, Pastor Pius menegaskan bahwa setiap orang yang telah dibaptis memiliki martabat sebagai anak Tuhan dan menjadi “bait suci”, tempat Tuhan bersemayam.
Ia mengutip ajaran bahwa bait suci yang dimaksud Yesus merujuk pada tubuh-Nya sendiri.
“Banyak anak Tuhan tidak menyadari eksistensinya sebagai gereja,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa persekutuan orang beriman adalah gereja yang hidup, bukan hanya bangunan fisik yang digunakan sebagai tempat perjumpaan umat.
Komunitas Beriman Diminta Hadirkan Kedamaian
Pastor Pius mengingatkan bahwa gereja yang hidup terbentuk dari kumpulan orang beriman yang membangun dan menghidupi persaudaraan.
Menurutnya, umat dipanggil mewujudkan kedamaian, menebarkan kasih, dan mencerminkan kekudusan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan agar Tidak Menyalahgunakan Martabat Diri
Ia juga memberi peringatan agar umat tidak “memperdagangkan tubuh” demi harta atau kenikmatan duniawi.
Pesan itu disampaikannya merujuk pada bacaan Yohanes 2:13–22, yang menampilkan kritik Yesus terhadap penyalahgunaan Bait Allah.(jk)