May 3, 2026

Catatan ke Delapan atas Sun-Shattering Mythology of Tanimbar-Narasi Numinous dan Kode Keberadaan

sampul buku sun shattering

Yusufachmad Bilintention

Mitos selalu hadir sebagai cahaya yang menembus batas waktu. Jika pada Catatan ke Tujuh kita melihat mitos sebagai gerbang pemahaman, maka pada halaman ini ia tampil sebagai narasi numinous—kisah sakral yang bukan sekadar dongeng, melainkan tubuh pengetahuan yang menyimpan kode keberadaan.

saya menemukan bahwa mitos bukan sekadar cerita, tetapi narasi numinous—sebuah urutan kisah yang sakral, penuh kehadiran spiritual, dan terletak jauh di masa lampau. William Bascom, dalam definisinya yang diperkenalkan pada 1950-an, menyebut mitos sebagai narasi yang kaya secara sastra dan dramatik, dihuni oleh tokoh-tokoh luar biasa, dan berfungsi untuk menyambungkan manusia dengan kekuatan alam semesta.

Saya tertegun pada frasa “sacred narrative explaining how the world came to be in its present form.” Di sana, saya melihat bahwa mitos bukan hanya menjelaskan asal-usul, tetapi juga memperluas kesadaran. Ia menjadi jendela spiritual yang membuka cakrawala batin manusia terhadap dunia yang sering diabaikan oleh kesadaran sehari-hari.

Penulis juga menyebut bahwa mitos memiliki peran penting dalam membentuk worldview—cara pandang manusia terhadap hidup dan semesta. Dalam konteks ini, mitos bukan hanya warisan budaya, tetapi kode keberadaan yang hidup dan terus berkembang. Ia menyentuh lapisan terdalam dari spiritualitas manusia, menjadi ruang di mana makna dan misteri bertemu.

Saya merasa bahwa bagian ini adalah penegasan bahwa mitos tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Ia bukan hanya teks, tetapi tubuh pengetahuan. Ia bukan hanya simbol, tetapi pengalaman. Dan dalam setiap mitos yang dihidupkan, kita sedang menyambung diri dengan asal-usul jiwa.

Sebagai penulis yang juga menjelajahi spiritualitas dan simbolisme, saya melihat bahwa halaman ini adalah undangan untuk menulis dengan kesadaran numinous. Bahwa dalam setiap kata, kita tidak hanya menyusun narasi, tetapi menjaga nyala. Nyala dari mereka yang telah hidup dalam mitos, dan yang kini mempercayakan kisahnya kepada kita.

Mitos adalah tubuh pengetahuan yang berdenyut, bukan sekadar teks yang beku.
Ia adalah kode keberadaan, nyala yang diwariskan dari jiwa-jiwa lampau kepada kita.
Dan setiap kali kita menulis dengan kesadaran numinous, kita tidak hanya merangkai kata,
tetapi menjaga api yang menghubungkan manusia dengan semesta.

Untuk tulisan lain silahkan buka:

https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en 
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211

Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly