KAULAH AYAH, IBUKU
Oleh: anto narasoma - ibu, ketika hujan memercik ke hatiku, cuaca pun basah. pajar menyongsong mendung setelah kau lewati hari-hari...
Oleh: anto narasoma - ibu, ketika hujan memercik ke hatiku, cuaca pun basah. pajar menyongsong mendung setelah kau lewati hari-hari...
Oleh anto narasoma - anakku, mengapa kau buang status ibumu ketika tulang-belulang menjadi serpihan gedung yang hancur dihantam peluru bom...
anto narasoma - momen itu memberi tanda dari desember ke desember. sebab seperti kupu-kupu yang melayang terbang, setiap kisah hinggap...
anto narasoma - begitu tekun kau bentuk kayu-kayu jati yang tak berperasaan setelah kau tundukkan lewat suguhan kayu yang kelimis...
Oleh Anto Narasoma - PERSANDINGAN karya puisi dari 63 penyair di dalam buku antologi Rendezvous ini, isinya mencirikan struktur kekayaan...
anto narasoma - di ruang pengadilan, hukum dan ketentuan tampil di atas kursi kekuasaan wajahnya angker ketika beragam pertanyaan dibicarakan...
Anto Narasoma - PROFESI wartawan oleh sementara pihak, masih dilecehkan. Padahal eksistensi wartawan itu sangat dibutuhkan masyarakat, karena karya tulisnya...
anto narasoma (bagimu Jokpin) - langkahmu terhenti ketika kata-kata tak mampu mengucap syair sebab dari rangkaian kalimat yang tak mampu...
anto narasoma - di persawahan itu aliran informasi menjadi pupuk bersubsidi direbut orang-orang berdasi yang duduk di kursi pemerintahan o...
Puisi Anto Narasoma - 1/ begitu panas, suntuk, dan sunyi. kau lihat, betapa compang-campingnya tanah di perkarangan hatiku enam bulan...