KETIKA PUISI, DAN APAPUN, TAK PERNAH CUKUP DAN MENGAPA LAHIR PUISI ESAI
- Review Buku “Penyair yang Mati Gentayangan di Catatan Kaki,” (2025), Oleh Okky Madasari dkk Oleh Denny JA - Sekitar...
- Review Buku “Penyair yang Mati Gentayangan di Catatan Kaki,” (2025), Oleh Okky Madasari dkk Oleh Denny JA - Sekitar...
Oleh: Denny JA - Di bawah langit kelabu Washington, seorang pria berdiri menatap Gedung Putih untuk terakhir kalinya sebagai bagian...
Oleh: Denny JA - Pada akhir 1990-an, di sebuah ruangan kecil yang sunyi di Oxford, Danah Zohar duduk menatap jendela...
Oleh: Denny JA - “Musik itu suara jiwa. Tapi suara jiwa itu pun harus dihargai secara duniawi.” Kemelut antara Keenan...
An Essay by Arlita Delfania - --------------------------------------------- Why must we wait for applause to feel valuable? Having a strong...
(tentang perjuangan, pengorbanan, dan cinta) Oleh: Rizal Tanjung - Di ujung hari yang gemetar, di bawah langit yang menampung luka...
(关于奋斗、牺牲与爱) 作者:里扎尔·坦荣 汉译:Anna惠子(中国上海) - 在黎明颤抖的边缘, 在承载着伤痛与轻声祈祷的天空下, 一个灵魂迈着破碎的步伐前行—— 走向一个在任何地图上都找不到的家园, 却铭刻在光明的记忆中: 天堂。 它并非独自前行, 风追随着它唇边的吟唱, 太阳拭去它眼中悲泣的尘埃。 它怀揣着无形之物: 一颗曾破碎的心, 一份无法用金钱买到的爱, 以及内心战争留下的伤疤, 从未在电视上播映。 > “我想回去,”它说,...
(on struggle, sacrifice, and love) By: Rizal Tanjung - At the trembling edge of day, beneath a sky that holds...
Oleh Yusuf Achmad - Ini adalah kali ketiga saya membahas puisi Leni Marlina, seorang penyair sekaligus akademisi, dengan pendekatan yang...
Oleh Paulus Laratmase - Reputasi aktual karya Alasdair MacIntyre bertumpu pada “After Virtue”, “Whose Justice” dan “Which Rationality” yang ditulis dalam...