April 18, 2026
Copilot_20260222_160525

Yusufachmad Bilintentio

Tiket Menuju Surga

Di sebuah sore yang tenang, dua sahabat kecil duduk di beranda rumah. Wati menatap Anisa dengan rasa ingin tahu yang tak biasa.

Wati: “Apakah sulit masuk surga itu?”
Anisa: (tersenyum) “Mengapa kamu memberiku pertanyaan sulit?”
Wati: “Penasaran saja.”

Anisa lalu mengingat sebuah kisah dari Rasulullah SAW. Suatu hari, Rasulullah berkata tentang seorang laki-laki yang baru datang ke majelis: “Ia adalah salah satu penghuni surga.” Para sahabat penasaran, apa rahasia laki-laki itu?

Seorang sahabat bahkan mengikuti kesehariannya selama tiga hari. Namun yang ditemui bukanlah ibadah luar biasa atau amalan berlimpah. Justru sebaliknya: amalan biasa saja. Rahasianya sederhana: ia tidak pernah iri, tidak pernah dengki atas nikmat yang Allah berikan kepada orang lain. Hatinya bersih, lapang, penuh syukur.

Wati: “Subhanallah! Jadi bukan karena banyaknya ibadah?”
Anisa: “Kadang yang paling sulit bukan beribadah, tapi menjaga hati tetap bersih.”

Relevansi Masa Kini

Dalam dunia modern, persaingan sering menumbuhkan rasa iri. Media sosial memperlihatkan pencapaian orang lain, sementara kita mudah merasa tertinggal. Kisah ini mengingatkan bahwa surga bukan hanya soal banyaknya amal, tetapi juga tentang kualitas hati.

Seorang akademisi di Surabaya pernah menegaskan, “Hati yang lapang membuat seseorang lebih mudah bersyukur dan lebih tahan menghadapi tekanan hidup.”

Penutup

Percakapan sederhana Wati dan Anisa menjadi cermin: tiket menuju surga bisa jadi bukan amal besar, melainkan hati yang bebas dari iri dan dengki. Pesan ini relevan untuk siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa, di tengah dunia yang penuh kompetisi.

Untuk tulisan lain silahkan buka:

https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en 
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211

Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly