Dialog Sang Bison dan Panda
Oleh Yusuf Achmad
–
Di belantara dunia dagang, gema perbincangan serius terdengar,
Antara bison gagah, bertanduk tajam, suaranya menggema menguasai dunia besar,
Dan panda yang luwes, diam dalam strategi, namun matanya tajam membaca pasar.
Di antara mereka, harga menari seperti bayangan, tipu daya bergerak tak terlihat,
Sebuah tarian angka memukau, jebakan tersembunyi dalam data yang kuat.
Bison melangkah penuh kuasa, menghunjam bumi perdagangan tanpa ampun,
Tubuhnya menjulang, menggenggam kendali tarif bagai senjata yang tajam,
Menantang dunia, “Siapa berani melawan, pasti kukalahkan, hingga tenggelam!”
Namun, ia melewatkan pembeli kecil, mengabaikan suara-suara sederhana yang diam,
Ekor bison bergoyang, menghipnotis pasar dengan harga licik, dendam tersimpan.
Ada yang terbuai, terjebak rayuan semu penawaran,
Namun ada yang bangkit, menolak tunduk pada tirani manipulasi yang menekan.
Di sudut lain, semut-semut dari pasar kecil berkumpul,
Mereka berbincang, bersyair, menata strategi dari akar ketekunan yang tersimpul.
Singkong dan talas berjaga, mengisi meja dagang dengan keteguhan tak terkalahkan,
Gembili dan kentang bersatu, menantang badai harga yang terus melambung tak tertahan.
Dari kejauhan, merpati bersiul lembut, membawa isyarat persatuan,
Mereka yang bersatu tetap teguh meski badai kebijakan tak henti menggulung.
Lebah-lebah sibuk menjaga madu dagangannya, setia hingga batas waktu,
Melihat semut kecil yang pantang menyerah, semangat tak pernah layu:
“Bangkitlah, wahai semut! Jangan terlena dalam rayuan bison,
Lawanlah manipulasi pasar dengan keberanianmu, jangan pernah segan!”
Dan dari kejauhan, kerbau, buaya, dan burung kasuari berbisik,
“Wahai semut-semut penjaga pasar, kini saatnya bersatu tegak berdiri,
Melangkah bersama dengan gigih, menjawab tipu daya dengan tekad yang murni,
Melawan bison yang congkak dan panda yang bermain dalam bayangan ilusi.”
Surabaya, 16-4-2025