April 17, 2026

Dirgahayu ke-26, Wakapolres Kepulauan Tanimbar Tekankan Semangat Duan Lolat

Oleh: joko

Kompol Wilhelmus Bernard Minanlarat: Mari Jaga Keamanan dan Ketertiban Tanimbar

http://suaraanaknegerinews.com | Wakapolres Kepulauan Tanimbar, Kompol Wilhelmus Bernard Minanlarat, S.H., menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kepulauan Tanimbar ke-26 yang berlangsung di Lapangan Mandriak, Desa Sifnana, Kecamatan Tanimbar Selatan, Sabtu (4/10/25).

Acara yang digelar dengan nuansa adat dan budaya khas Tanimbar ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah kabupaten, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati lapangan utama.

0-0x0-0-0-{}-0-0#

Pesan Polri untuk Persatuan

Mewakili Kapolres Kepulauan Tanimbar, AKBP Ayani, S.P., S.I.K., M.H., Kompol Minanlarat menyampaikan ucapan Dirgahayu Kabupaten Kepulauan Tanimbar ke-26.

Dalam wawancaranya kepada media ini, ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Yang paling penting bagi kami sebagai anggota Polri adalah keamanan dan ketertiban yang sudah ada sejak 26 tahun lalu hingga sekarang. Mari tetap kita jaga, kita bina, dan kita rukunkan sesuai adat kita, Duan Lolat. Harapan saya ke depan, kita lebih solid, arif, dan bijak dalam menyikapi situasi yang berkembang, serta tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya,” tegas Kompol Minanlarat.

0-0x0-0-0-{}-0-0#

Pemda Gelar Perayaan HUT

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar di bawah kepemimpinan Bupati Ricky Jauwerissa dan Wakil Bupati dr. Juliana Chatarina Ratuanak, M.KM mengangkat tema perayaan tahun ini:“Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera. Kabanesa Daba’. Tanimbar Maju.”

Dalam suasana khidmat, para tamu undangan mengenakan pakaian adat Tanimbar lengkap. Prosesi acara diawali dengan pembacaan Selayang Pandang Kabupaten Kepulauan Tanimbar oleh protokoler, yang mengulas sejarah panjang perjalanan kabupaten sejak awal berdirinya tahun 1999.

Selayang Pandang Kabupaten

Awalnya bernama Kabupaten Maluku Tenggara Barat, daerah ini resmi terbentuk berdasarkan UU No. 46 Tahun 1999, lalu berganti nama menjadi Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada 2019.

Sejak berdiri, kabupaten ini telah dipimpin oleh sejumlah bupati dan penjabat bupati hingga kini memasuki kepemimpinan definitif periode 2025–2029.

0-0x0-0-0-{}-0-0#

Makna Logo Kabupaten

Logo Kabupaten Kepulauan Tanimbar berbentuk bingkai bersudut lima, melambangkan Pancasila. Di dalamnya terdapat simbol-simbol bermakna, mulai dari bintang, padi, kapas, lellutirlorang, perahu, hingga tifa besar (mpampal) yang menggambarkan kepercayaan, kemakmuran, budaya, kemaritiman, persatuan, serta semangat Duan Lolat sebagai falsafah adat tertinggi masyarakat Tanimbar.

Dirgahayu ke-26: Tanimbar Maju

Perayaan HUT kali ini tidak hanya menjadi ajang syukur atas bertambahnya usia kabupaten, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan. Kehadiran aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh adat, serta masyarakat menunjukkan bahwa semangat “bersatu dan berdaulat” benar-benar hidup di Bumi Duan Lolat.

Wakapolres Kompol Wilhelmus Bernard Minanlarat menutup dengan ajakan:“Mari kita jaga Tanimbar dengan hati, persaudaraan, dan budaya kita. Karena hanya dengan kebersamaan, Tanimbar bisa semakin maju.”