Hasyim Yacoob, Cahaya yang Tak Pernah Redup
Hasyim Yacoob, Cahaya yang Tak Pernah Redup
Era Nurza
Di usia tujuh puluh enam
kau bukan renta
kau justru laksana matahari
masih tegak menyinari pagi
tanpa letih tanpa henti
Gelarmu bukan sekadar dokter gigi
tapi perajut senyum kehidupan
penjaga kesehatan yang menulis dengan pena ilmu
menyulam kata menjadi puisi
menyemai cerita dalam kehidupan
menebar hikmah lewat buku kesehatan
Di tanganmu nada musik bergetar
suara gamelan berbisik
wayang menari dalam bayangan dalang
dan dunia menjadi panggung
di mana kebaikan adalah lakon utama
Engkau dermawan tanpa hitung
rela memberi tanpa tanya
bahkan kepada yang baru engkau kenal
kau buka pintu
kau layani dengan sepenuh jiwa
seakan tamu adalah keluarga
dan setiap perjumpaan adalah anugerah
Di balik segala gelar
di balik segala kehebatan
engkau tetap rendah hati
tak pernah sombong
menyisihkan diri demi orang lain
seperti pohon rindang
yang tak pernah menagih terima kasih
dari mereka yang berteduh
Prof. Hasyim Yacoob
dekan, guru, penulis, seniman, pelukis, bahkan rektor
lelaki berjiwa samudra
Engkau bukti bahwa usia hanyalah angka
bahwa semangat tak mengenal keriput
bahwa cahaya tidak tunduk pada waktu
Semoga kesehatan selalu berpihak padamu
semoga sukses kian menyertai langkahmu
dan semoga jejakmu
terus menjadi cahaya
bagi kami yang belajar
arti pengabdian sejati
Selangor, 2 Oktober 2025