DOA ANAK KECIL YANG KELAPARAN
Oleh: Anto Narasoma
–
1/
Tuhan, sendiri aku terdiam. merangkai kata berjuta permintaan. ruang suci tempat kutundukkan keningku, telah lama merentangkan tangan
di mana aku melatakkan zikirku agar Kau mengirimkan ucapan sayang-Mu yang teduh di atas permohonan ini, Tuhanku
2/
sekian banyak batang tubuh bertumbangan, direncah-rencah kuku yang raib dari bayang-bayang ketakutan di dalam doa ini
sekian hari aku tergetar dalam ketakutan. sekian hari pula suasana kota-kota ini bersembunyi dalam keheningan yang mati tak bicara
3/
Tuhanku, doa ini kuucap lewat mulut-mulut yang kelaparan di gubuk-gubuk kemiskinan. aku bertahan agar tak mati karena korona-Mu, tapi perutku kering kerontang karena mati kelaparan
adakah lembaran ayat ayat-Mu menyajikan sepiring harapan agar korona segera raib dari ketakutan orang-orang yang dikepung kematian?
4/
Tuhanku, aku beranjak dari sekian doa yang meraih-raih rahmat-Mu. karena jiwa yang santun ini bicara atas permohonanku
bijakkah diri ini ketika aku terkulai di tengah kelaparan karena api panasmu-Mu itu kupersembahkan ke dalam doaku?
Tuhan,
dari rangkaian permintaan yang tulus, doaku mencair membawa sampan untuk tiba kepada-Mu. apakah aku akan tenggelam ke dalam maut korona, atau cengkeraman kelaparan ditimpa dinding kekuasaan?
Palembang
27 Maret 2020