April 18, 2026

MINGGU 6/4/2025
Minggu Prapaskah V (U)
– Yesaya 43:16-21
– Filipi 3:8-14
– Yohanes 8:1-11

Dalam Injil hari ini, orang Farisi & ahli Taurat membawa seorang perempuan yang kedapatan bersinah kepada Yesus & berkata bahwa menurut hukum Musa perempuan seperti ini harus dilempari batu sampai mati.

Merek mencobai Yesus, kalau Ia menjawab silahkan lempar batu maka Ia melawan ajaran-Nya sendiri (tentang kasih & pengampunan). Kalau Ia menjawab jangan lempari batu maka Ia melawan perintah Musa & itu artinya ada alasan untuk menangkap-Nya. Tetapi apa jawaban Yesus?

Saudari – saudara terkasih.
1). Yesus menjawab desakan orang Farisi & ahli Taurat: “Siapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia lempar batu pertama kali kepada perempuan itu” (Yohanes 8:7).

2). Tetapi tidak ada yang mau lempar batu pertama kali karena mereka masing-masing sadar diri berdosa. Bahkan mereka saling mengetahui dosanya.

Bila ada yang mencoba melempar batu pertama kali, mereka bisa saling menuding & bertengkar satu sama lain maka mereka pergi satu per satu, mulai dari yang tua (paling banyak dosa) sampai yang muda (masih kurang dosa).

3). Yesus pun mengampuni perempuan itu & berkata kepadanya supaya jangan berbuat dosa lagi. Artinya, Tuhan akan mengampuni, bila kita sadari kesalahan diri sendiri daripada sibuk persalahkan orang lain.

Bila kita persalahkan orang lain, entah mengenai apa saja, tetapi keadaan tidak berubah menjadi lebih baik; maka itu artinya kesalahannya bukan pada orang lain, tetapi sumber masalahnya justru ada pada diri kita sendiri. Semoga Tuhan menolong. Amin.

P. Felix Amias MSC
Biara MSC Merauke
Propinsi Papua Selatan
Sunday, April 6, 2025