April 18, 2026

Oleh Yusuf Achmad

Kubiarkan burung itu melepaskan dirinya,
sayapnya mengoyak batas yang dulu mengurung,
melayang di arus angin yang menggulung sarang,
menyapu segala debu yang merintangi perjalanan.

Kubiarkan segala beban tenggelam,
dalam lambung waktu yang mengayun tak gentar.
Kubiarkan aroma, rasa, dan getirnya meresap,
menjadi tinta yang menuliskan takdir di angkasa.

Aku ingin burung-burung gesit,
menari di antara serpihan cahaya,
sayapnya melukis aksara,
huruf-huruf menyala: BRAVO!

Layaknya pesawat yang melintas di hari merdeka,
menabur ucapan selamat di langit yang bergema,
tak hancur oleh badai, tak hilang oleh angin kelam,
tetap bernyanyi, tetap melangkah,
meninggalkan jejak bagi hari yang gemilang.

Masa di mana senja tak lagi berlumur luka,
dan awan yang menggendong duka
menjadi nyanyian keberanian,
yang tak pernah sirna.

SMK Saintren, 12 Juni 2025