Kalender Kosong Tanpa Keluarga
Penulis : Ririe Aiko
–
Dulu, lebaran adalah wangi dapur ibu,
kupat yang direbus dengan doa,
opor yang menghangatkan tawa,
ayah duduk di beranda,
menyambut tamu, sambil sesekali
membuka toples di meja
Kami berkumpul, penuh cinta,
anak-anak berlarian dengan baju baru,
tawa berhamburan seperti kembang api,
anak-anak berbaris rapi
menunggu angpau hari raya
lebaran, bagai selebrasi semua umat manusia
Tapi, zaman mengubahnya berbeda
Ketika manusia semakin berwarna
Lebih suka menyendiri, daripada duduk bersama
Lebih banyak yang saling mendengki,
daripada saling berbagi
Hilang rasa keluarga,
Saat yang tersisa hanya asing,
Tak ada sanak, kerabat, semuanya hanya pesaing
duduk bersama hanya untuk pamer cerita,
Tak ada lagi peluk yang menghangatkan,
hanya gengsi yang membakar hati,
senyum menjadi sinis dalam diam
saling menyikut, saling mendengki.
Lebaran bukan lagi rumah,
ia hanya kalender kosong,
hari raya tanpa rasa raya,
tanpa hangat keluarga.