Kerinduan Tak Bertepi
yusufachmad-Bilintention
Aku merindukanmu—seperti bisikan yang menetap dalam sunyi,
Bayang yang menari di antara terik siang dan lembut cahaya rembulan.
Hanya engkau dalam mozaik pikiranku,
Bukan kenangan yang utuh, melainkan jejak-jejak samar dari yang pernah ada.
Aku merindukanmu seperti embun yang tak sempat menyentuh daun,
Seperti gema yang mencari dinding untuk kembali,
Laksana cahaya yang tersesat di lorong waktu,
Nada-nada sunyi yang tak pernah selesai ditulis oleh malam.
Aku merindukanmu sebagaimana gurun memohon hujan,
Sebagaimana malam menanti cahaya fajar pertama,
Seperti penyair mencari kata di kedalaman jiwanya yang hening,
Lautan emosi yang tak bertepi, perjalanan tanpa peta, tanpa pelabuhan.
Aku merindukanmu seperti bintang kehilangan cahaya pagi,
Sebagaimana mimpi memudar bersama mentari,
Seperti bisikan yang lenyap ditelan angin,
Tarian abadi kerinduan, gema yang tak pernah padam di relung hatiku.
Surabaya, 13-12-2024