April 18, 2026

Kunjungan FKUB Kota Padang di Kabupaten Sambas: Menggali Makna Harmoni di Bumi Serambi Mekah

 

SAMBAS – Angin dari Sungai Sambas berembus lembut ketika rombongan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Padang menjejakkan kaki di tanah yang dikenal sebagai Serambi Mekah Kalimantan Barat. Pada Kamis siang, 25 Juni 2025 pukul 13.30 WIB, rombongan tiba dengan semangat menggali makna harmoni dari jantung budaya Melayu yang hangat, berbudaya, dan penuh toleransi.

Rombongan FKUB Kota Padang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Padang, H. Maigus Nasir, didampingi oleh Ketua FKUB, H. Salmadanis, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Padang, H. Edy Oktafiandi, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Tarmizi Ismail. Mereka hadir sebagai representasi pemerintah dan masyarakat Kota Padang yang ingin mempererat jalinan antarumat beragama melalui studi harmoni ke daerah-daerah yang sudah dikenal dengan kerukunan sosialnya.

Sambutan pertama datang bukan sekadar senyum dan salam. Di pelataran Istana Keraton Sambas yang megah dan bersejarah, Wakil Bupati Sambas, H. Heroaldi Djuhardi Alwi, menyambut dengan sapaan hangat dan pengalungan sal simbol penghormatan dan persaudaraan adat yang tak lekang oleh zaman.

Kunjungan ini bukan hanya rangkaian seremonial. Ia adalah perjalanan spiritual sekaligus intelektual untuk menyulam benang-benang kepercayaan, etnisitas, dan kebhinekaan menjadi satu kain harmoni sosial yang utuh. Dari Gereja Katolik di pusat kota hingga balai pertemuan di aula Kantor Bupati, setiap langkah membawa dialog, saling pandang, dan saling belajar.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Wakil Wali Kota Padang dan Wakil Bupati Sambas saling melempar pujian dan berbalas pantun—sebuah tradisi lisan yang mengandung bijak kata dan rasa, mempertemukan Sumatra Barat dan Kalimantan Barat dalam satu irama: Indonesia yang rukun.

“Jalan-jalan ke pasar malam,
Beli kelapa di pinggir jalan.
Kalau Sambas aman dan tentram,
Padang pun ingin ikut merasakan.”

Dalam sambutannya, H. Maigus Nasir menyampaikan, “Kami ingin membawa pulang bukan hanya oleh-oleh dan kenangan, tetapi nilai-nilai luhur tentang bagaimana perbedaan menjadi kekuatan. Sambas adalah cermin, dan kami bercermin untuk memperindah Padang sebagai kota yang toleran.”

H. Salmadanis, Ketua FKUB Kota Padang, menambahkan, “Kami melihat bahwa keharmonisan tidak hanya tumbuh dari dialog formal, tetapi dari budaya saling menghormati, sejarah yang terawat, dan niat yang jernih. Sambas memberi kami pelajaran bahwa harmoni adalah hasil dari kerja hati yang tulus.”

Senada dengan itu, H. Edy Oktafiandi, Kepala Kankemenag Kota Padang, menyatakan, “Kami ingin memperkuat kebijakan berbasis moderasi beragama. Apa yang dilakukan masyarakat Sambasde ngan keberagaman mereka sungguh menjadi model inspiratif.”

Sementara itu, Tarmizi Ismail, Kepala Badan Kesbangpol Kota Padang, turut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat sipil dalam menjaga semangat toleransi. “Kerukunan bukan hadiah, tapi hasil dari kerja sama yang terus dirawat. Sambas membuktikan itu.”

Acara ditutup dengan pertukaran cinderamata—bukan semata-mata benda, tetapi lambang ikatan emosional dan spiritual antar dua wilayah yang berbeda pulau namun sejiwa dalam cita: Indonesia damai, adil, dan bersatu.

Dari Sambas, FKUB Kota Padang membawa pulang lebih dari sekadar dokumentasi kunjungan. Mereka membawa pulang seribu makna harmoni—yang akan dijahit rapi di lembar-lembar kebijakan, di mimbar-mimbar masjid, di altar gereja, di forum lintas iman, dan di ruang kelas tempat anak-anak Padang belajar mencintai perbedaan.

Kontributor: Dafril, Tuanku Bandaro