Langkah untuk Negeri
Era Nurza
–
Tak perlu aku menunggu panggilan genderang,
karena negeri ini berbisik dalam nadi,
menggetarkan dada dengan rindu yang panjang,
tentang tanah yang haus janji dan aksi.
Langkahku mungkin bukan parade,
bukan sorot berita, bukan sorak ramai kota
tapi ia tetap melaju, pelan tapi nyata,
menyusuri jalan sunyi bernama cinta.
Aku berjalan membawa matahari kecil
di saku kiri, di samping detak hati.
Menyalakan harapan dari puing mimpi,
membangun negeri dari kata dan aksi.
Bukan soal seragam atau gelar,
tapi tentang siapa yang tetap berdiri
saat negeri diuji badai,
saat bendera tak hanya dikibarkan tapi dijaga.
Langkah untuk negeri adalah doa yang berjalan,
adalah kerja yang diam-diam menyala,
adalah setia yang tak menginginkan tepuk tangan,
hanya ingin Indonesia tetap bernyawa.
Jika suatu hari namaku tak dikenal sejarah,
biarlah jejakku tetap tertanam di tanah cinta,
karena aku percaya:
patriot sejati adalah mereka yang melangkah…
meski tanpa suara.
Padang, Agustus 2025