Suara Anak Negeri News

Jembatan Suara Rakyat

Mari Kita Bantu Siapa pun Yang Membutuhkan

Tausiah Religi
Rasulullah ﷺ Bersabda :
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim) .
==============
KULIAH SHUBUH
Jumat , 21 Nopember 2025 (30 Jumadil Awwal 1447 H)

Oleh Tb Mhd Arief Hendtawan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِه سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Terlebih dahulu marilah kita sekalian untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dengan semaksimal mungkin, taqwa dalam artian menjauhi segala larangan yang ditetapkan Allah subhânahu wa ta’âla dan menjalankan perintah-Nya.
Karena dengan ketaqwaan, setiap persoalan hidup yang kita alami akan ada jalan keluarnya dan akan ada pula rezeki yang datang kepada kita tanpa disangka – sangka.

Ketika awal kita ada di dunia ini, kita membutuhkan seseorang yang menjadi perantara kelahiran, yaitu ibu.
Saat itu, kita membutuhkan seorang bidan yang membantu mengeluarkan kita dari perut ibu.
Dari kecil hingga tumbuh dewasa kita membutuhkan orang tua, ketika kesulitan dan memiliki hajat, kita membutuhkan tetangga dan warga sekitar, ketika punya problem kehidupan kita juga membutuhkan seorang pendengar, hingga ketika ajal menjemput, kita pun membutuhkan orang yang menguburkan jasad kita.

Dari sini, kita dapat memahami bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian, kita semua saling membutuhkan satu sama lain.
Oleh karena itu, pesan yang ditanamkan sejak kecil hingga dewasa adalah jangan bosan-bosan menolong orang lain yang membutuhkan.

Islam adalah agama yang sangat menganjurkan ummatnya untuk saling tolong menolong dan merekatkan tali persaudaraan.
Tolong menolong di sini tidak terikat oleh apa pun.
Bantulah dengan tulus siapa pun orangnya, entah dia kaya atau miskin, berpendidikan tinggi atau tidak mengenyam pendidikan sama sekali, bahkan muslim atau non-muslim, selama itu dalam ranah sosial dan kebaikan, maka tidak ada salahnya kita membantu mereka, karena bagaimana pun mereka adalah saudara dalam kemanusiaan.
Kecuali, jika bantu membantu itu hal kejahatan dan keburukan, maka Islam melarang hal ini.

Allah menegaskan dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat 2:
“Dan tolong – menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong – menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.
Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”

Menolong orang lain, khususnya mereka yang sedang kesulitan sungguh memiliki banyak manfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang yang kita tolong, bahkan kondisi masyarakat pun akan mendapatkan manfaat dari sikap dan perbuatan baik ini.

Dengan menolong orang muslim yang sedang membutuhkan pertolongan, maka kita telah mencerminkan pesan persaudaraan yang disabdakan oleh Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim:
“Orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh.
Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga tidak bisa tidur dan panas ikut merasakan sakitnya”

Lebih tegas terkait keutamaan menolong sesama muslim, Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits riwayat Imam Muslim :
“Siapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat.
Siapa memudahkan urusan orang yang kesulitan, maka Allah memudahkan baginya dari kesulitan di dunia dan akhirat.
Siapa menutupi aib seorang Muslim, maka Allâh akan menutup aibnya di dunia dan akhirat.
Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.”

Dalam hadits lain Rasulullah ﷺ memerintahkan ummatnya untuk menolong orang yang dijhalimi bahkan orang yang ingin berbuat jhalim juga.

Dalam hadits Nabi disebutkan:
“Tolonglah saudaramu ketika dia berbuat jhalim atau ketika dia dijhalimi.”

Dalam hadits yang disebutkan tadi, mungkin kita bertanya-tanya, bagaimana mungkin kita menolong orang jhalim padahal Allah telah melarang bantu membantu dalam hal keburukan.
Hal ini pun pernah ditanyakan juga para sahabat, Rasulullah ﷺ pun menjawab:
“Pegang tangannya tahan ia dari perbuatan jhalim.”

Dari hadits-hadits di atas, kiranya dapat menjadi pelajaran bagi kita semua agar bermurah hati menolong sesama ummat manusia, karena mereka adalah saudara kita.
Pun tanpa menafikan kita juga harus menolong siapa saja orang – orang di sekitar kita yang sedang dalam kesulitan.

Tidak penting apa agama atau suku kita. Kalau kita bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang.
Orang tidak akan pernah tanya apa agama dan suku kita.

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Demikianlah Kuliah Shubuh ini
Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua, serta bisa menjadi penyebab kita untuk meningkatkan ibadah, ketaqwaan, keimanan, dan menjauhi segala larangan.
Wa billahit taufik wal hidayah.