April 17, 2026

Menanti Kedatangan-Nya, Pesan Iman dari Mimbar GBI Milos Saumlaki

IMG-20260413-WA0051

Seruan Iman tentang Parousia Menggema dalam Ibadah Minggu di GBI Milos Saumlaki
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Suasana penuh sukacita dan kekhusyukan menyelimuti Ibadah Minggu Raya di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Miracle of the Lord in Solafide (Milos) Saumlaki, yang berlokasi di Jalan Ir. Soekarno, Kecamatan Tanimbar Selatan, Minggu (12/04/2026).

Pujian dan Penyembahan Membuka Ibadah
Ibadah diawali dengan pujian dan penyembahan yang dipandu oleh Ani Boritnaban bersama tim singer dan pemusik.

Alunan musik dari keyboard, drum, dan gitar mengiringi lagu-lagu rohani bernuansa sukacita, mengantar jemaat memasuki hadirat Tuhan dengan hati yang terbuka.

Refleksi Parousia: Kepastian Kedatangan Kristus
Memasuki inti ibadah, firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Daniel Batmanlussy dengan mengangkat tema tentang parousia, yakni kedatangan kembali Yesus Kristus.

“Parousia artinya Tuhan datang. Yesus akan datang menjadi Raja dan Imam Agung. Ini adalah janji Tuhan, bukan janji manusia,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa waktu kedatangan Tuhan tidak diketahui manusia, sehingga umat diajak untuk hidup dalam kesiapsiagaan iman.

“Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang,” kutipnya dari Injil Matius.

Janji dan Harapan bagi Umat Percaya
Dalam penjelasannya, ia menguraikan janji Kristus kepada umat-Nya sebagaimana tertulis dalam Injil Yohanes.

“Yesus akan datang kembali, menjemput kita dan membawa kita ke tempat-Nya, supaya kita bersama-sama dengan Dia,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kedatangan Kristus merupakan kepastian iman yang harus dipegang teguh oleh setiap orang percaya.

Waspada di Tengah Tanda-Tanda Zaman
Lebih lanjut, jemaat diingatkan untuk peka terhadap tanda-tanda zaman yang telah dinubuatkan dalam Alkitab, seperti peperangan, bencana, serta berbagai bentuk penyesatan.

“Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu, sebab banyak yang datang memakai nama Tuhan dan menyesatkan banyak orang,” pesannya.

Menurutnya, di tengah dinamika kehidupan akhir zaman, umat dipanggil untuk tetap setia, hidup dalam kebenaran, dan terus berbuat baik.

Apresiasi dan Sambutan bagi Jemaat
Usai penyampaian firman, ibadah dilanjutkan dengan persembahan sebagai wujud syukur jemaat.

Sekretaris jemaat, Pdt. Haris Boritnaban, menyampaikan apresiasi atas pelayanan firman yang telah diberikan.

“Atas nama jemaat, kami mengucapkan terima kasih kepada hamba Tuhan yang telah memberkati kami dengan kebenaran firman Tuhan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan sambutan bagi jemaat yang baru pertama kali hadir serta informasi kegiatan ibadah sepekan.

“Gembala dan seluruh pelayan mengucapkan selamat datang. Pintu gereja kami terbuka bagi kehadiran Bapak dan Ibu pada ibadah selanjutnya,” katanya.

Ibadah Ditutup dalam Sukacita
Ibadah kemudian ditutup dengan doa dan berkat yang dipimpin oleh Pdt. Daniel Batmanlussy.

Jemaat meninggalkan gereja dengan penuh sukacita, saling berjabat tangan, serta membawa pulang pesan iman untuk tetap berjaga dan setia menantikan kedatangan Tuhan.(rls:jk)